Memahami Perbedaan Dalam Realitas Yang Plural


Oleh: bung Rulan

Pada prinsipnya bangsa indonesia memilki kekayaan yang beraneka ragam misalnya budaya, agama, bahasa, etnis dan lain sebagainya keanekaraman ini pula tercantum dalam bhineka tunggal ika (berbeda-beda tetapi tetap satu jua) artinya perbedaan ini menjadi barang langkah untuk ditemukan di negara lain. akan tetapi disisi lain perbedaan justru menakutkan, terbukti banyak orang di cemoh dan diusir dari ruang-ruang sosial bahkan lebih tragisnya dibunuh dan di bakar (sejarah masa silam). hanya karena berbeda dalam memandang sesuatu, dan berakhir dengan tragis. akan tetapi disisi lain perbedaan menjadi suatu rahmat, dimana orang-orang bisa melihat dari sudut pandang yang berbeda dari kebiasaan atau tradisi sebelumnya. perbedaan menjadi pelengkap sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap status quo. intinya perbedaan itu indah dan sangat mengasikan untuk dijalanin walaupun disisi lain banyak juga yang tidak sepaham.
beberapa bulan yang lalu tepatnya dibulan ramadhan, sekolompok pemuda mengadakan diskusi kecil-kecilan di pelataran rumah banyak tema-tema yang diangkat dalam diskusi tersebut mulai dari islam, wacana politik, sosial budaya, hukum dll. sebagai seorang pemuda yang masih labil dalam mencari jati diri dan ingin menggapai akan hal itu sehingga dalam diskusi tersebut terdapat gagasan yang progresif dan yang berbeda dengan yang lainnya, sehingga tokoh konservatisme yang mendengarkan gagasan tersebut kebakaran jenggot. singkatnya mereka mencoba untuk melarang adanya diskusi-diskusi tersebut karena dinilai melenceng dari yang biasa. akhirnya sitokoh ini yang notabene paham terhadap agama melapor ke kepala desa setempat, pak camat, kepala MUI, tokoh agama beserta masyarakat setempat. untuk memberikan sanksi kepada pemuda tersebut yang mengadakan diskusi kecil-kecilan. dan anehnya ketiga pemuda itu ingin dimasukan kedalam penjara bahkan lebih ganas lagi disuruh untuk dibakar.

Dibakar kedalam api yang panas di atas tumpukan kayu bakar Subhanallah inikah yang di ajarkan oleh agama islam membunuh antar sesama pemeluk dalam membenarkan setiap tindakan para pengguna agama demi membenarkan apa yang ia ingin lakukan kepada ummat nabi muhammad.

agama manakah yang mengajarkan akan hal itu? Yang saya tahu bahwa agama islam adalah agama kemanusiaan dan agama ilahiya yang menjunjung tinggi kemanusiaan sebagai wakil tuhan yang di utus untuk menjadi pemimpin (khalifa) bumi dibandingkan dengan iblis dan malaikat
kalaupun ada ajaran agama seperti itu, adam di ajarkan tentang nama-nama tumbuh-tumbuhan sedangkan yang lain tidak, mesti ditinjau kembali ajaran-ajarannya. atau mereka yang terlalu fanatik.

bukankah sejarah agama-agama di dunia kental dengan perbedaan. Mungkin kita bisa melihat dalam kritikan seorang filosof sekaligus revolusioner dalam berpikir yaitu karl marx menyatakan bahwa agama adalah candu bagi masyarakat (the religion is opium)ini akibat dari kaum gerejawan dan pemerintah melakukan kospirasi (kolaborasi untuk mendapatkan harta yang lebih banyak) mungkin

perbedaan itu indah coy…!

 

KORUPSI DAN IDENTITAS NEGARA


indexoleh: bung rulan

Korupsi menjadi suatu mantra ajaib bagi para elit untuk menjarah anggaran negara, fenomena korupsi di negri ini sudah menjadi budaya yang tak terbantahkan. Sebagian orang mungkin tidak sepakat dengan adanya pernyataan bahwa korupsi adalah budaya bangsa kita, sebab sejarah mencatat bangsa kita adalah bangsa yang menjujung tinggi budaya panutan terhadap raja. Dalam artian budaya satu orang yang berpikir yang lain mengikut, itulah perilaku masyarakat kita. Akan tetapi jika di lihat dari realitas kongkrit hari ini, institusi KPK di buat sibuk dan kewalahan oleh para elit politik yang tersangkut pidana korup. Akhir-akhir ini masyarakat sudah cerdas untuk melihat dan menyaksikan figur yang dapat di jadikan sebagai figur publik, belum lagi media massa menghadirkan figur-figur baru dengan kemasan baru pula tetapi isinya sama.

Jabatan merupakan amanah masyarakat untuk di pergunakan sebaik mungkin, mendistribusikan keadilan dan kesejahteraan. Manusia adalah representasi tuhan di muka bumi (khalifah) untuk mengurus alam semesta, tetapi sebagian dari mereka mempergunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi. Memperkaya diri sendiri dan menindas orang lain, merupakan hal yang lajim kita temuka di negri ini. Awalnya seseorang memiliki idealisme yang cukup tinggi, mengkritisi sistem dan pemerintahan ketika berada di luar dari sistem. Lain halnya ketika berada dalam sistem dan memegang posisi strategis, sedikit saja di tawari dengan harta hatinyapun luluh.

Ada apa dengan negeri ku yang kaya dengan isi alam yang melimpah, hutan menjurus dari sabang sampai merauke, isi laut penuh dengan milyaran jenis ikan. Kekayaan alam seharusnya bisa mensejahterahkan rakyat, akan tetapi jauh panggang dari api. Kekayaan menjadi buah simalakama bagi tuannya. Mengutip apa yang di katakan oleh Mahatma ghandi “sumber daya alam mampu memenuhi kebutuhan orang banyak akan tetapi tidak mampu memenuhi satu orang yang serakah”.

Dalam undang-undang dasar (UUD 1945) pasal 33 ayat 3 menjelaskan “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Amanah undang-undang tidak dilaksanakan sebagaimana adanya, pemerintah cenderung melakukan privatisasi terhadap aset-aset negara dan tidak pede untuk memberikan ke pertamina untuk mengelolah. Sebenarnya putra daerah cukup kompeten mengelolah hasil-hasil alam walaupun secara teknologi indonesia masih di bawah di bandingkan dengan negara-negara lain, namun bukan berarti kita tidak bisa mengelolah sendiri, akan tetapi pemerintah tidak mempunyai kemauan politik (politikal will).

Kasus yang melanda Satuan Kerja Khusus Dan Gas Bumi (SKK MIGAS), wisma atlet hambalang, centeri dan lain sebagainya. Merupakan tamparan keras bagi institusi negara, hal ini di sebabkan sudah menjamurnya wabah korupsi yang meraja lelah di negri ini. Mentri sebagai perpanjangan tangan dari masyarakat seharusnya bisa memperjuangkan kepentingan masyarakat, malahan melakukan penyelewengan atas jabatan yang di emban. Sekilas kalau di lihat dari sosok mentri SKK MIGAS tampak berwibawa dan teduh, tetapi siapa yang tahu dari sosok kalem tersebut ternyata hanyalah topeng. Kita di kejutkan dengan ditemukan puluhan dollar uang luar negri bejibun di lemari kantor rudi rubiandini hasil penjarahan aset negara. Saya percaya kalau dia pada awal masuk menjabat sebagai mentri negara memiliki visi membangun energi indonesia, akan tetapi ketika masuk dalam lingkaran partai korup, maka tak heran perbuatannya berubah seratus derajat.

Indonesia sudah terlanjur menjadi negara besar dan kaya, sehingga menjadi pelita ditengah gelap gulita. Investor asing bak penyakit diabetes di tengah negri ibu pertiwi. Tiada kata yang dapat kita ucapkan selain dari melakukan nasionalisasi aset-aset negara dan mengusir koloni-koloni ekonomi barkeley yang menghegemoni. Kita pasti bisa kalau ada kemauan……

 

Islam Sebagai Agama Rahmatan lilalamin : Problem Solving Atas Terjadingnya Bias Perubahan Sosial


bung rulan

Secara etimologi agama berasal dari bahasa sansekerta yaitu a adalah tidak sedangkan gama adalah kacau. Jadi secara harfiah agama di definisikan sebagai sesuatu yang tidak kacau, kerana terdapat di dalamnya beberapa aturan normatif yang akan menjadi rujukan agama tersebut, untuk melaksanakan setiap ibadah dan ritualnya. Agama di artikan sebagai suatu jalan dalam setiap agama, yaitu jalan menuju yang kuasa sebagai yang di sembah.

Islam sebagai agama samawi yang langsung di turunkan dari langit untuk umat manusia kepada rasulullah saw melalui malaikat jibril pembawa wahyu atau pesan untuk di sampaikan kepada nabi sebagai risalah, untuk kemudian disebarkan kepada ummatnya sebagai landasan aturan hidup di alam semesta untuk menuju suatu hologram yang lebih besar lagi yaitu alam akhirat. Agama islam turun pada abad ke 7 M, di tengah-tengah keganasan masyarakat arab yang jahiliyah, dimana anak perempuan dibunuh dan dikubur hidup-hidup, perempuan di komerialisasikan menjadi pemuas nafsu sesaat, perbudakan, peperangan terjadi dimana dan lain-lain. Watak masyarakat arab yang cenderung keras dan terkadang tidak rasional mengakibatkan saling membunuh antara satu kabilah dengan kabilah lain dan bani yang satu dengan bani yang lain. Apalagi hidup di tengah padang pasir yang tandus dan kering kerontang terik panas matahari menyengat menjadi faktor pendukung terbentuknya watak dan temperamen masyarakat arab. Di tengah-tengah masyarakat arab yang keras hadirlah islam sebagai agama yang rahmatan lilalamin membawa ajaran-ajaran ilahiyatnya kepada ummat manusia sebagai agama yang membawa keselamatan baik didunia maupun di akhirat. Alquran sebagai wahyu tuhan di dalamnya terdapat norma-norma dan tatanilai untuk di laksanakan umatnya sebagai jalan keselamatan.

Ketika islam datang maka para budak di bebaskan atau di merdekakan dari perbudakan, anak-anak perempuan dilarang untuk di bunuh karena anak merupan rahmat dan karunia dari allah swt, mengangkat dan mempertinggi harkat dan martabat seorang perempuan yang di awalnya hanya dijadikan sebagai pemuas nafsu laki-laki atau yang biasa di sebut sekarang ini adalah eksploitasi perempuan melalui tempat prostitusi. Agama islam datang untuk menyeleseaikan masalah ummat manusia yang sedang carut marut dengan kehidupan seolah-olah hidup tak meiliki batasnya saja. Islam menawarkan konsep kesemaan hak bagi semua manusia tidak ada lagi klass-klass dan stratifikasi sosial yang menindas masyarakat miskin akibat dari keturunan nenek moyang yang miskin sehingga menjadi kasta yang hina, jadilah proses perbudakan yang lama melalui kasta tersebut.

Penyebaran islam semakin pesat dan di minati oleh semua masyarakat, yang pada awalnya hanya masyarakat miskin dan yang tertindas saja akan tetapi semua lappisan masyarakat aarab dan di luar arab, karena mereka sadar dan percaya bahwa ajaran yang di bawah oleh rasulullah saw adalah agama yang mampu untuk menjawab semua persoalan. engah Kesamarataan (egaliter) merupakan salah satu kunci keberhasilan nabi ketika berdakwa di tengah-tengah bangsa arab yang temperamen, walaupun dalam berdakwah rasulullah banyak mendapatkan hinaan, cercaan bahkan di lempar menggunakan batu karena kuatnya pengaruh doktrin tuhan patungnya, dan nabi hanya mengatakan bahwa mereka belom mengetahui saya sebenarnya sehingga melakukan demikian ketika sahabatnya bertanya, dan malaikatpun meminta ijin kepada nabi untuk melempar mereka dengan gunung akibat pelecehan terhadap utusan tuhan tersebut, tetapi nabi muhammad tidak ingin membalas mereka dengan perbuatan yang tidak terpuji, dia hanya ingin mempelihatkan sebernaya seperti apakah itu islam yang rahmatan lilalamin sebagai agama keselamatan yang mengajarkan konsep kebaikan sebagai wujud perhambaan kepada tuhan seru sekalian alam sang pencipta.

 Islam sebagai alternatif atas permasalahan sosial

Islam sebagai agama rahmatan lilalamin yang membaawa ajaran-jaran langit untuk di bumikan dalan konteks kehidupan sehari-hari melalui nabi muhammad saw sang revolusioner sejati yang belum pernah ada tandingannya dalam berbagai hal. Agama memang harus di jadikan sebagai landasan kita untuk bermasyarakat dan bernegara karena agama sangat singkron dengan konsep dasar negara kita yaitu pancasila, dimana di dalam kelima sila tersebut mengandung ajaran agama islam.

  1. Tantangan islam dalam kehidupan berbangsa bernegara

Kalau kita melihat dan sekaligus merefleks kembali kehidupan dalam negara indonesia ini, tantangan dan halangan menjadi suatu yang tak terbantahkan lagi keberadaannya, apalagi indonesia yang multikultural sehingga watak dan coraknyapun berbeda-beda. Dan mendiami di beberapa pulau-pulau kecil dan besar yang berteberangan di wilayah indonesia ini. Menurut nur kholis madjid keanekaragaman budaya yang dimiliki oleh bangsa indonesia menjadi suatu kekayaan yang tak ternilai harganya kerana perbedaan itu hanya mampu di satukan oleh bangsa indonesia di bawah naungan pancasila, dan disisi lain keberagaman itu bisa memicu lahirnya disentegrasi yaitu perpecahan antara daerah yang satu dengan yang lainnya kerena konflik yang berkepanjangan, adanya permusuhan antara etnis yang satu dengan etnis yang lain, SARA dll. Dan bisa kita ambil contoh di beberapa daerah misalnya konflik antara warga madura dengan suku dayak asli menelan korban yang begitu banyak, mulai dari anak kecil sampai yang tua. Di poso pun demikian akibat persinggungan antara islam dengan kristen dan memicu keributan, akhirnya konflik. Artinya keanekaragaman budaya yang kita miliki pada saat-saat tertentu bisa menjadi suatu masalah besar jika seandainya kita tidak mampu untuk mendamaikan atau hidup berdampingan sesama. Disinilah sebernanya peran islam sebagai agama pembawa rahmat kepada seluruh umatnya. Islam bukan hanya saja di artikan aturan-aturan normatif yang tidak bisa lagi di interpretasikan dengan konteks kekinian dengan menggunakan beberapa pendekatan. Misalnya hermeneutika sebagai salah satu penafsir terhadap simbol-simbol dan gambar-gambar untuk bisa mengatahui makna yuang tersampaikan melalui tanda tersebut. Salah seorang pemikir sejarah islam kuntowijoyo melakukan perombakan baru melalui alquran dengan meinterprestasikan alquan sebagai alat perjuangannya, dimana kita harus mengemban sebagai tugas kenabian melalui islam profetik. Yang pastinya islam tidak boleh hanya menjadi suatu ajaran yang melangit dan tidak lagi mengurusi persoalan keduniaan. Karna masih banyak orang-orang yang membutuhkan bantuan untuk di tolong.

tulisan lama sewaktu semester III

BASIC TRAINING HMI


images.pngjjg

oleh: bung rulan

Setelah beberapa kali mengalami penundaan basic training LK 1 HMI, namun kegiatan tersebut dapat terlaksana hari ini di Aula kantor camat kec. Botonompo kab. gowa walau persiapan belum matang dan mobilisasi peserta kurang maksimal, akan tetapi hasilnya memuaskan dan pesertanya banyak yang datang. Beberapa minggu lalu, pengurus komisariat melakukan rapat persiapan basic training, dan langsung dengan pembentukan panitia pelaksana. Panitia yang telah dibentuk mempersiapkan segala sesuatu seperti membuatkan proposal kegiatan, les-lesan untuk membantu pendanaan kegiatan. Waktu dan tempat kegiatan sudah ditentukan di parangtambung, yaitu Aula Saopanrita depan kampus teknik UNM dan di kantor KNIP kota makassar sebagai alternatif. Namun pada saat yang bersamaan pula ada OKP lain yang menggunakan kedua gedung tersebut. Sehingga dengan berat hati kami terpaksa mengundurkan kegiatan. Sementara para peserta sudah kita umumkan sebelumnya untuk datang berkumpul difakultas dan berangkat bersama-sama kelokasi. Terpaksa panitia mengumumkan penundaan basic training, dan terlihat jelas di raut muka peserta ada yang terlihat kecewa dan membatin dalam hati.

Dan tidak berhenti disitu saja usaha panitia untuk tetap menyelenggarakan kegiatan LK 1 HMI. Kami dari pengurus tetap memberikan arahan dan motivasi agar semangat juang tetap terpatri dalam jiwa. Seperti dalam lagu HMI (hmi janganlah pulang kembali sebelum menang) intisari dari lagu tersebut dapat menjadi spirit perjuangan HMI bahwa kader ummat dan kader bangsa tersebut kalau sudah memulai maka pantang untuk mundur ditengah jalan, walau dalam keadaan tertatih-tatih. Pengurus komisariat dan senior-senior tidak kehabisan akal untuk mengtaktisi hal ini, dan segera saja kami rembuk kembali atau semacam rapat evaluasi pengurus dan panitia. Untuk dapat mengetahui apa saja yang menjadi masalah dan kendala sehingga basic training tertunda.

Rapat di adakan kembali di bawah pohon mangga samping fakultas ushuluddin, lokasi ini semacam tempat ngumpul kader untuk berdiskusi, ngopi bareng, rapat dan berbagai macam aktifitas lainnya. Tempat ini semacam untuk nongkrong anggota komisariat.

Yang hadir pada saat rapat hanya presidium komisariat saja, sebab hanya membahas hal-hal yang sifatnya urgensi dan mendesak. Rapatnya terlihat sederhana dan santai, sesekali angin sepoi-sepoi menghembus menambah kesejukan. Gelak tawa dan lelucon memecah keheningan diskusi ketika saat-saat tegang adu argumentasi. Diskusi sembari ditemani dengan teh gelas uangnya hasil patungan seribu dua ribu, namun tidak mengurangi rasa kenikmatan celupan teh gelas. Akhirnya rapat mencapai suatu kesepakatan mutlak utk tetap melanjutkan basic training, panitia beserta kader menjalankan tugas sesuai dengan arahan. Dan hasilnya kegiatan basic training dapat terselenggara juga

Baca Dan Lawan; Suatu Upaya Membangun Peradaban Atau Ditinggal Lindas Oleh Zaman


cropped-img_20140218_1604221.jpg

Oleh: bung rulan

Pada kesempatan kali ini sengaja penulis mengangkat tema baca dan lawan (upaya membangun peradaban atau ditinggal landas oleh zaman) sebagai judul dalam tulisan. Berbeda dengan tulisan sebelumnya yang bertemakan suhu politik lokal maupun nasional yang penulis sajikan kehadapan pembaca. Tulisan ini berangkat dari refleksif penulis melihat realitas sosial budaya semakin hari semakin menurun (degradasi) dan sampai pada taraf yang sangat memprihatinkan. Kondisi seperti ini tak terlepas dari budaya masyarakat kita yang tidak memiliki semangat berprestasi (M Clelland). Sehingga melahirkan budaya yang amat memprihatinkan.

Suatu hari ketika rasulullah berada di suatu goa hira, di malam ke tiga rasulullah di datangi oleh seorang utusan dari langit membawa pesan-pesan tuhan untuk nabi muhammad. Isi pesan tersebut adalah iqra (bacalah) nabi muhammad bingung dan menyatakan bagaimana mungkin aku bisa membaca sementara aku ini seorang buta huruf (ummi). Malaikat (jibril) membacakan iqra tiga kali dan melanjutkan dengan ayat iqra bismi rabbikallaji khalaq. Wahai muhammad bacalah dengan nama tuhanmu, terus saja nabi muhammad mengatakan ana ummi.

Apa yang bisa kita ambil sebagai pelajaran dalam penggalan cerita di atas. Malaikat meminta muhammad untuk membaca padahal ia seorang butuh huruf (ummi). Ayat yang pertama kali turun ke nabi muhammad adalah ikra (bacalah) apa yang di maksud oleh jibril meminta muhammad untuk membaca sementara pada saat itu tidak ada lembaran kertas yang berisi tulisan untuk di baca, dan disisi lain muhammad seorang pengembala kambing yang ummi. Tidak mendapatkan pendidikan seperti kaum qurais yang berasal dari golongan aristokrat. yang dimaksud oleh malaikat jibril adalah membaca realitas sekeliling, Jadi membaca yang di maksud jibril bacalah kondisi masyarakat di sekelilingmu, pelajarilah, pahami dan selesaikan masalah yang ada dalam masyarakat yang menimpanya baik itu penindasan, penghisapan dan eksploitasi besar-besaran atas manusia lainnya.

Jika kita telusuri lebih jauh sejarah nabi muhammad saw pada saat pertama menerima ayat yang pertama kali turun di gua hira, yaitu surat iqra (bacalah) setidaknya memberikan pelajaran kepada kita bahwa proses membaca adalah kegiatan atau aktifitas untuk melahirkan peradaban, tanpa membaca jangan bermimpi untuk menciptakan suatu dunia yang damai dan tentram, jika sudah tiada lagi generasi yang memperhatikan aktifitas membaca maka akan tercipta suatu dunia yang dipenuhi oleh para bandit-bandit yang berperang antar satu dengan yang lain, R.A kartini mengatakan menulis adalah kerja keabadian jika tidak menulis maka akan hilang dari sejarah dunia. berabad-abad yang lalu pernah hidup seorang filosof yang bernama plato dan aristoteles kedua filsuf ini mampu membelah dunia menjadi dua bagian yang terpisah. Pertama dari platonian yang mengembangkan pemikiran plato dimana ide sebagai dasar pemikiran sementara pengikut aristotelian yang bertumpu pada rasio. Meraka berdua menuliskan buku-buku (republic, nomoi dll) yang sangat mempengaruhi pemikiran tokoh selanjutnya sebut saja nitszhe, rene descartes dll. Bahkan sampai sekarang masih kita perbincangkan pemikirannya, jika seandainya mereka tidak memiliki tradisi menulis kemungkinan besar akan dilupakan oleh sejarah untuk selamanya.

Bagaimanakah dengan kita sekarang yang hidup di era modern, bahkan sebagian pemikir menyatakan kita berada pada fase masyarakat postmodernisme, dimana masyarakat sudah mengenal teknologi super canggih. Sehingga peluang untuk mendapatkan akses seperti buku bacaan maupun yang berupa elektronik sangat mudah sekali kita dapatkan. Dengan tersedianya sumber bacaan apakah bersinergis dengan kesadaran dan kemauan untuk membaca buku. Mengapa penulis tertarik untuk mengangkat kepermukaan wacana budaya membaca, karna penulis merasa bahwa beberapa dekade terakhir ini kemauan untuk membaca buku sangat minim bahkan hampir tidak ada. Inikan sangat mengiriskan bagi kaum intelektual, dimana peradaban itu tidak akan mampu berdiri tegap seperti tiang bendera tanpa kita membiasakan diri untuk membaca setiap hari.

Sumber daya manusia yang profesional memiliki berbagai macam keterampilan (skill) untuk menghasilkan karya dan inovasi yang kreatif untuk membangun peradaban. SDM yang memadai akan mampu memanfaatkan SDA melimpah tersebar di berbagai wilayah yang memiliki kandungan kekayaan yang cukup banyak, sebut saja dipapua ada tambang emas yang dikelolah oleh free port perusahan amerika serika, emas dipapua mampu mengatasi kemiskinan bangsa ini cukup dengan emasnya saja sebab tambang emas tersebut adalah yang terbesar didunia. Akan tetapi apa yang terjadi dinegri kita, bukan memanfaatkan SDA sebaik mungkin untuk kelangsungan hidup masyarakat banyak melainkan memberikan kepada negara lain untuk mengelolah.

Terlepas dari apapun yang menjadi alasan negara memberikan investor asing untuk menjarah kekayaan kita, satu yang pasti problem paling urgensi yang kita alami sekarang yaitu SDM masih dibawah rata-rata. Jadi wajar saja negara kita hanya menjadi bahan rebutan negara maju dan menjadi kacung negeri sendiri oleh karena pendidikan belum mampu memberikan hasil yang memuaskan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Artinya membaca sangatlah urgent (penting) mengingat bangsa kita membutuhkan generasi yang memiliki modal keberanian dan wawasan kebangsaan yang luas untuk mengatur kehidupan yang serba kompleks, bukanlah output dari para perompak dan para mafia yang menjarah bangsa ini dengan KKN tetapi generasi insan cita berkualitas. Jika kita tengok negara jepang pasca perang dengan amerika serikat, jepang diluluh lantakan dengan bom atom yang meletus di hirosima (6 agustus 1945) dan nagasaki (9 agustus 1945). Kondisi seperti itu membuat jepang kalang kabut dengan hancurnya dua kota pertahanan yang menjadi pusat kekuatan negara ini. Pada saat yang bersamaan juga jepang sedang menduduki nusantara[1] sebagai daerah jajahannya untuk memasok sumber daya alam kita, guna dijadikan sebagai anggaran perang melawan sekutunya (USA). Tetapi tiga bulan sebelumnya jepang menyerang pangkal militer amerika di pearl harbourt dan menenggelangkan kapal-kapal induk akibat dari pembatalan keputusan perdamaian. Pasca meletusnya bom atom di hirosima dan nagasaki tersebut, jepang mampu muncul kepermukaan sebagai negara super power menandingi negara adi daya lainnya (USA, jerman, inggris, prancis dll) dengan cara restorasi meiji. Pembangunan infrastruktur dan suprastruktur yang begitu luar biasa sehingga membawa jepang sebagai negara dengan kekuatan luar biasa. Jika ditelisik lebih jauh apa yang menyebabkan negara matahari ini bisa berkibar dan bersinar seperti sekarang ini, maka jawabannya adalah pendidikan. Setelah kedua kota tersebut menjadi hancur lebur berkeping-keping tetapi mereka mampu bangkit kembali dari kehancurannya, mungkin masih ingat ditelinga kita apa menjadi hal utama dalam memulai negri matahari tersebut tiada lain yaitu pendidikan.

Jepang betul-betul memperhatikan pendidikan sebagai pilar utama untuk memulai pembangunan, karena negara yang besar tidak mungkin dibangun oleh orang-orang yang tidak memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dan kompetitif. Anggaran untuk alokasi pendidikan betul-betul diperhatikan nasibnya sehingga menciptakan SDM yang mampu membangun jepang secepat mungkin. Menjelang 20 tahun kemudian pasca perang jepang mampu bangkit dengan seluruh kemampuannya.

Dari sekilas pembacaan historisitas perang jepang vs USA memberikan sedikit gambaran terhadap kita bahwa pendidikan adalah satu-satunya kunci membangun peradaban yang lebih maju di pentas internasional. Anak-anak mulai dari kecil dibiasakan untuk membaca dan menulis memperkenalkan realitas secara empiris rasional sehingga anak-anak tersebut paham dengan kondisi lingkungannya. Akan tetapi kalau kita bandingkan dengan negara kita yang memiliki presentase pendidikan yang sangat jauh sekali dari kualitas, sangat memilukan. apalagi mengajarkan kepada anak-anaknya pendidikan sementara orang tuannya saja tidak mengenal dunia pendidikan oleh karena persoalan ekonomi membelenggunya. bahkan dia beranggapan pendidikan tidak bisa membuat perut-perut mereka yang lapar menjadi kenyang malahan hanya menjadi beban sosial semata oleh karena anggaran yang cukup besar. Belum lagi ditambah dengan masyarakat kita yang tidak membiasakan diri dengan membaca maka akan sangat jauh panggang dari api jika memiliki niat untuk membangun negeri yang beradab.

Tak usah mencari fakta sosial yang jauh-jauh cukup kita melihat dan mengamati fenomena mahasiswa di dunia akademik setidaknya mereka merepsentasikan calon cendekiawan (intelektual) penerus bangsa, dan menjadi pemimpin untuk rakyatnya kelak. Apa yang bisa kita amati dari aktifitas mahasiswa yang notabenenya intelektual muda? Mempunyai misi yang jauh kedepan untuk kemaslahatan bangsa dan negara?

[1] Sekarang bernama indonesia dan mendeklarasikan kemerdekaannya pada tahun 17 agustus 1945 sebagai negara yang berdaulat, walau pada tahun 1947-1949 terjadi agresi militer ke-dua belanda.

Politik Luar Negeri


index.jpgv

Oleh: bung rulan

Pada dasarnya negara-negara berkembang dengan negara maju memiliki hubungan kerja sama dengan negara lain dalam berbagai hal baik sosial politik, hukum, ekonomi, budaya dll. Hubungan kerja sama ini banyak memberikan keuntungan bagi negara yang melakukan hubungan kerja sama antara negara (bilateral) maupun banyak negara (multilateral) di antaranya negara maju mendapatkan pasokan bahan mentah dari negara berkembang yang tidak memiliki peralatan untuk mengelolah dengan baik, sehingga negara maju mengelolah menjadi prodak siap pakai. membantu negara berkembang dalam hal pertahanan dan keamanan dengan cara menjual peralatan perang seperti pesawat tempur, amunisi, tank dll.

Hubungan kerja sama antara negara ini akan menciptakan suatu sistem simbiosis mutualisme (saling menguntungkan) dengan beberapa contoh yang di kemukakan oleh penulis di atas maka banyak negara melakukan hubungan kerja sama. Hubungan kerja sama antar beberapa negara itu di sebut dengan politik luar negeri. Di kancah perpolitika dalam konteks politik internasional memiliki dinamika yang cukup besar, terkadang akan menimbulkan suatu konflik berkepanjangan bahkan negara tersebut membuat keputusan untuk menyatakan perang terhadap negara lain. Dan negera menjalankan politik kepentingan nasional (nasional interest) sebagai bentuk dari tujuan yang ingin di capai. Setiap negara pasti memiliki kepentingan nasional yang ingin di perjuangkannya. Dengan demikian, kiranya tidak berlebihan apabila pelaksanaan politik luar negeri dengan sendirinya di arahkan pada prioritas mengupayakan dan mengamankan serta meningkatkan kerja sama dan dukungan negara-negara sahabat serta badan-badan internasional bagi percepatan pemulihan perekonomian nasional dan sekaligus mengupayakan pulihnya kepercayaan internasional terhadap tekad dan kemampuan pemeritah indonesia untuk mengatasi krisis multidimensional yang sedang indonesia hadapi saat ini.

Jadi kepentingan politik luar negeri indonesia mencakup kepentingan

  1. Core/basic/vital interests; kepentingan yang sangat tinggi nilainya sehingga suatu negara bersedia untuk berperang dalam mencapainya, melindungi daerah-daerah wilayahnya, menjaga dan melestarikan nilai-nilai hidup yang di anut suatu negara merupakan beberapa contoh dari vital interest ini. Dan kita juga dapat mengambil contoh ketika harga diri negara di injak-injak dan di porak-porakndakan oleh negara lain sehingga timbullah semagat nasionalis dari militer maupun masyarakat sipil untuk membela negaranya walaupun korban akan berjatuhan dan itu sebagai bentuk dari upaya untuk mempertahankan harga diri bangsa yang sudah di perjuangkan oleh para pahlawan nasional kita dan para faunding father.
  2. Secondary interests; meliputi segala macam keinginan yang hendak di capai masing-masing negara, namun mereka tidak bersedia berperang dimana masih terhadapat kemungkinan kesepakatan yang bisa di ambil diluar dari berperang, bisa saja melalui jalur perundingan (diplomatis), karna jalur ini sangat efektif untuk menjaga hubungan atau kerja sama yang baik kedua negara sehingga tetap terjaga dan tercipta pedamaian dan harmonisasi yang baik.

 

Negara akan sangat tergantung kepada kepentingan nasional dalam negeri atau regional untuk membuat keputusan (decision making) yang terbaik tanpa keputusanyang tepat maka akan mengancam eksistensi negara. Negara berkembang harus berkerja sama dengan negara adikuasa karena negara tersebut memiliki legitimasi yang kuat di kanca perpolitikan internasioanal, dengan adanya kerja sama tersebut negara berkembang bisa mempelajari karakter menjadi negara adikuasa.

Apabila suatu negara dalam keadaan konflik yang mengakibatkan resahnya warga negara sehingga menciptakan rasa ketidak nyamanan maka negara di pandang perlu untuk melakukan tindakan preventif guna menghalau konflik yang terjadi, maka yang di lakukan oleh negara tersebut adalah harus menolong dirinya sendiri (self help) dari ancaman yang datang dari negara lain. Negara harus memperkuat dalam bidang pertahanan dan keamanan karna tidak di anjurkan untuk meminta bantuan atau pertolongan dari negara lain yang pada suatu saat nanti memanfaatkannya, ini di sebabkan politik internasional dengan kondisi yang tidak pasti karena adanya pemerintahan global.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pilkada Serentak: Antara Kepentingan Rakyat Atau Kepentingan Partai


bchebf

Oleh: bung rulan

Mengamati perkembangan politik pasca pemilihan serentak di 269 daerah. Setelah KPU menyelenggarakan ritual politik satu kali dalam lima tahunan, seolah memberikan isyarat bahwa bangsa Indonesia menuju proses kedewasaan berpolitik. Dewasa berpolitik artinya masyarakat sudah semakin rasional dan kritis memilih dan menentukan siapa calon yang layak di pilih. Dari sekian calon yang di usung partai politik maupun utusan independen merupakan representasi dari putra asli Bima. Bahwa kedepan masyarakat menginginkan di pimpin oleh putra asli daerah, bukan dari daerah lain yang biasanya meramaikan pilkada.

Masyarakat kita di tuntut untuk dapat menjadi pemilih yang benar-benar berdasarkan pada pilihan rasional, karna dengan rasio manusia dapat membedakan mana yang benar dan tidak. Sehingga dari sekian calon yang terpampang di baligho, pamlet, poster dan media cetak lainnya. Di pilih berdasarkan rekam jejak calon, dari situ kita dapat melihat siapa calon yang punya kans/modal sosial yang banyak karna turut terlibat dalam mengembangkan dan membangun rakyatnya di akar rumput. Kadang kala yang membuat penulis merasa miris dewasa ini, hampir semua calon bupati yang ikut kontestan ramai-ramai mendekati konstituensnya. Mereka dalam sekejap disulap menjadi orang alim, dermawan, penuh sahaja, dekat dengan rakyat, menyantun fakir miskin dan seabrek kegiatan sosial lainnya. Cara tersebut di lakukan agar mereka mendapatkan simpati dari massa pemilih, seolah menjadi media atau corong bagi rakyat. Namun pada hakekatnya kesalehan virtual hanya Nampak di permukaan, akan tetapi kesalehan sosial akan Nampak dengan sendirinya tanpa ada embel-embel dibelakangnya.

Para calon mulai ramai mendekati rakyat dengan beragam kegiatan sosial dan santunan lainnya yang dikemas dengan rapi. Mereka memasang wajah nan santun bila perlu pada siapa saja yang lewat tetap berikan senyum. Istilahnya 3S “senyum, sapa dan salam”. Kegiatan seperti ini sudah menjangkiti hampir semua calon di seluruh daerah, para calon di usahakan tampil di publik sebagai dewa penyelamat. Apalagi mereka yang memiliki media massa sebagai alat untuk mengkampanyekan dirinya ke publik. Media akhir-akhir ini menjadi kekuatan (Power) besar politisi, media juga dapat mencitrakan pahlawan menjadi penjahat dan sebaliknya penjahat menjadi pahlawan. Kekuatan media massa sangatlah besar mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap calon ideal.

Budaya konsumerisme sudah menjalar luas di tengah masyarakat, mempengaruhi cara pandang kita terhadap realitas politik. Dalam budaya konsumerisme masyarakat dijadikan sebagai pasar yang dapat meningkatkan capital dalam jumlah yang besar. Sehingga yang terjadi adalah penjajahan secara sistempun terjadi. Imperialisme ekonomi adalah cara-cara neoliberal mengaburkan cara kita mempersepsikan diri dan lingkungan. Dan kita terlena dengan tawaran teknologi dan kemajuan yang di jadikan sebagai prototype hidup masayarakat.

Disinilah bahayanya bagi masyarakat Indonesia yang tidak kritis terhadap media massa, apa yang di publikasikan melalui media cetak maupun elektronik di ambil secara mentah-mentah granted of oriented tanpa mellaui proses penyaringan secara kritis. Apakah konten media tersebut memberikan pendidikan politik atau justru menciptakan anomali politik. Membenarkan persepsi sebagian masyarakat lainnya menganggap bahwa media massa berkongkalingkong dengan elit politik dan para cukong yang punya banyak modal.

Disadari atau tidak media massa menjadi pilar ke-empat dalam demokrasi setelah trias politika. Sebagai dasar demokrasi kitapun berharap bahwa media harus memegang teguh prinsip independensi, yaitu sebuah sikap ketidak berpihakan kepada penguasa dan elit politik. Melainkan menjadi corong bagi masyarakt untuk mendidik masyarakat. Pasca reformasi media massa mendapatkan temapt yang amat besar di negri ini, setelah rezim soeharto berkuasa selama 32 tahun lamanya. Kekuasaan yang totaliter tidak memberikan ruang bagi kebebasan untuk menyampaikan pendapat secara langsung di publik. Justru bila rakyat menyampaikan kritikan di anggap sebagai provokator dan mengancam stabilitas politik. Karena media sering kritik penguasa yang korup, akhirnya banyak media massa di bredel dan di cabut ijinnya melalui mentri penerangan di bawah moerdani.

Setelah mahasiswa menggalang aksi massa dan memaksa rezim soeharto harus turun dari prabon kekuasaan, kran demokrasi di buka secara lebar. Kini media secara terang-terangan berpartner dengan birokrat dan sekaligus mengawal proses demokrasi dengan mengkritik penguasa bila tidak sejalan lagi dengan nafas reformasi. Penulis sangat berharap media saat ini kembal pada marwah asalnya, sebagai kekuatan sosial dan corong bagi masyarakat. Bukan menjadi hamba dan kaki tangan penguasa yang despotik.

Para calon sudah jauh hari telah mempersiapkan modal besar untuk menghadapi pagelaran politik, mereka sudah menghitung secara matematis ongkos politik yang harus di persiapkan. Biaya hidup semakin meningkat seiring naik turunnya bahan bakar minyak (BBM) dunia, karna harga-harga barang lainnya akan berpengaruh bila harga minyak mengalami naik turun. Artinya kos politik semakin meningkat tajam seiring naiknya harga barang. Yang menjadi prihatin bagi penulis adalah dengan presentase kemenganan yang amat kecil berbanding terballik dengan biaya pengeluaran yang besar. Maka dalam tahap ini, bila elit menjadi penguasa hal pertama mreka lakukan adalah mengembalikan modal politik pada masa kampanye. Cara-cara setanpun dipraktekan yang penting mengembalikan modal, menghalalkan segala cara untuk mencapai kekuasaan seperti anjuran Machiavelli dilakukan tanpa dasar etika dan nilai –nilai agama.

Perempuan “BISA”

Munculnya tokoh perempuan dalam meramaikan pilkada kabupaten bima adalah babakan baru dalam sejarah panjang. Sejak pilkada pertama kali di gelar sampai tahun 2010 hanya kaum lelaki saja yang menjadi kontestan pemilu. Ini dapat di maklumi bahwa masyarakat bima masih menganggap tabu seorang perempuan bisa menjadi pemimpin bagi rakyatnya. Pandangan tersebut tidak terlepas dari ajaran keagamaan yang di anut masyarakat dan pandangan ulama yang cenderng memberikan tafsiran bahwa perempuan cukup saja menjadi pendamping suami. Perempuan tidak diperbolehkan untuk menjadi pemimpin bagi kaum laki-laki. Sehingga wajar saja dalam kontestasi pemilu sebelumnya tidak ada perempuan yang meramaikan pilkada. Namun di daerah lain misalnya di Sulawesi seperti kota Makassar dan gowa justru pelibatan perempuan dalam berbagai dimensi cukup meningkat setiap tahunnya. Ini di tandai dengan banyaknya perempuan menjadi calon walikota dan bupati.

Adalah Indah Damayanti Putri berpasangan dengan Dahlan melalui usungan partai golkar merupakan satu-satunya kandidat perempuan. Mantan istri almarhum bupati dua periode sekaligus Sultan Bima H Fery Jurkarnaen tersebut memiliki tingkat popularitas di atas rata-rata. Mengalahkan popularitas 3 kandidat lainnya justru lelaki. Fenomena tersebut memang sangatlah langkah di jumpai di bima, sebab legitimasi pernyataan ulama terus di produksi untuk dijadikan sebagai peraga perang (Black Campaight) menyerang lawan politik.

Masyarakat masih percaya dan menaruh harapan besar terhadap IDP bila terpilih sebagai bupati bima dapat membawa kabupaten bima lebih maju dan tidak rigid dalam pelayanan publik. Dalam dua periode sebelumnya yang di nahkodai oleh almarhum suaminya telah membawa bima menajdi daerah yang maju dan bermartabat, setidaknya inilah persepsi yang muncul di kalangan gras root masyarakat bawah.

Apresiasi yang amat besar muncul dari masyarakat bawah, terutama datangnya dari pemilih perempuan. Mereka secara cultural mengkosolidasikan diri mereka sendiri kedalam barisan pendukung IDP baik sebagai tim sukses maupun relawan. Animo yang amat besar tersebut bukan muncul begitu saja tanpa sebab musabab, melainkan perempuan di bima merasa bahwa sudah saatnya mereka di pimpin oleh perempuan. Berbagai pernyataan muncul di kalangan perempuan seabgai ungkapan simbolik menangkal berbagai black issue yang menghina calon perempuan. Pernyataan tersebut misalnya seperti “konemu kabune ku name ngge’e pa caki mu sama siwe” (biar bagaimanapun kami tetap memilih sesama perempuan). Dan ada banyak lagi ungkapan lainnya yang mereka jadikan penangkal serangan, dan untuk tetap membangkitkan semangat dan mendukung calon perempuan.

Penguasa di birokrasi bima cenderung dominasi maskulin dibandingkan dengan feminism. Harusnya dengan adanya undang-undang tentang keterwakilan perempuan sebesar 30% distruktur partai, harusnya menempatkan perempuan juga ditingkat birokrasi. Ini juga yang menimbulkan kecemburuan kaum perempuan.

Senin 21/12/15