Tolak Pertambangan Emas Di Bima


hqdefault

Oleh: Bung Rulan

Dominasi negara kapitalis (Amerika serikat rongsokan) dalam eksploitasi sumber daya alam di berbagai belahan negara yang memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar bagi kebutuhannya dalam industry rekayasa dunia yang rakus akan minyak dan hasil tambang lainnya exxon mobil, cefron, newmont dll, memiliki andil yang cukup besar dalam hal ini. Ini terbukti dengan di kuasainya beberapa negara Arab yang mempunyai pasokan minyak terbesar di dunia, Amerika dengan dalil tugas untuk memberantas teroris dengan leluasa membuat undang-undang dan membentuk kroni-kroninya yang tidak jelas untuk melegimitasi ekspansinya di negara piramid tersebut, penjahat dunia atau musuh bersama (teroris) yang di gembar gemborkan oleh negara adikuasa tersebut hanya di jadikan sebagai platfron untuk bisa merebut ladang minyak. Usaha negara kapitalis untuk menggerogoti seluruh kekayaan alam yang ada dunia sangat besar sekali mengingat kebutuhan akan minyaknya mencapai 25% perhari dari minyak dunia angka ini sangat jauh sekali dengan penggunaan minyak di indonesia yang hanya membutuhkan 8% dari minyak dunia. ( marwan batubara,dkk,tragedi dan ironi, blok cepu)
Sanagat jelas sekali kenapa negara kapitalis Amerika tersebut merebut dan mencari lahan minyak dan tambang ? pertanyaan ini tidak perlu penulis jawab karena saya percaya bahwa rekan-rekan mahasiswa (kaum intelektual muda) bisa menjawabnya dengan kritis mengenai persoalan ini. Akhir-akhir ini kasus demi kasus terjadi mulai dari tindakan KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) mosi ketidak percayaan terhadap persiden oleh masyarakat dan berbagai macam elemen organisasi massa karena berbagai macam kebijakannya yang hanya beroreantasi pada pejabat, konflik agama maupun etnis terus saja bergulir serta pemberian wewenang kepada pihak investor asing untuk menanamkan modalnya di indonesia seluas–luasnya untuk mengesploitasi sumber daya alam dengan di keluarkanyan undang-undang nomor 1 tahun 1967. Tentang penanaman modal asing di indonesia. Di sini pemerintah dengan sikap legowo (jiwa_red) terhadap asing untuk mengeksploitasi seluas-luasnya dengan berbagai macam dalil dan alasan supaya cepat di gol kan proyek tersebut. Maklum kantong-kantong para pejabat mulai menipis dan akhirnya segala usaha di lakukan untuk antisipasi di kemudian harinya nanti agar tidak menjadi orang yang melarat, aneh bin ajaib memang di saat-saat negara mengalami krisis yang berkepanjangan di saat itu pula para penguasa memanfaatkan kekuasaannya untuk kepentingan pribadi, kasihan nasib wong cilik pak.
Para kapitalis terus dan terus saja mencari kekayaan alam yang di miliki bangsa indonesia yang berpotensi cukup besar untuk keperluan negara industri terbesar di dunia ini. Bima merupakan salah satu daerah yang memiliki kekayaan alam hutan yang lebat dan pepohonan yang rindang banyaknya dan keanekaragaman sumber daya alam lainnya. Tidak kalah jauh dengan daerah sumbawa yang memiliki kandungan emas di dalamnya, bima merupakan daerah agraris penghasil gandum terbesar di daerah NTB, masyarakat yang berada di bima sebagian besar mencari nafkah dengan hasil panennya yang tiap 3x setahun yang berlimpah ruah, dan bukan menjadi rahasia lagi bahwa masyarakat bima menyekolahkan anak-anaknya di berbagai daerah dan ibu kota besar jakarta karena mereka yakin dengan hasil panen padi saja bisa di akomodir semua kebutuhannya.
Pemerintah selaku instrument negara tentunya sebagai pembuat dan pelaksana kebijakan berhak menata dan memajukan negara untuk bersaing dengan beberapa negara teetengga yang sudah jauh majunya dari indonesia seperti malasyia, Brunei Darusalam dan negara lainnya yang mengupayakan sumber daya alam dan sumber daya manusia bisa di operasikan dengan semaksimal mungkin untuk kemajuan dan kesejahteraan negara. Dan seluruh masyarakat sudah menjadi kewajiban untuk ikut serta berpartisipasi dalam mensukseskan program pemerintah negara maupun daerah agar terjadi keseimbangan antara yang memerintah dan yang di perintah supaya terwujud negara yang damai dan sejahtera seperti yang di cita-citakan oleh para founding father kita dahulu.
Kebijakan pemerintah untuk masuknya investor asing di bima agar mengeksploitasi dan menjarah seluruh kekayaan alam yang ada di bima merupakan kebijakan dan peraturan yang salah kaprah dan harus di tanjau ulang mengingat daerah bima daerah agraris yang hanya cocok dengan lahan pertanian, kelautan dan peternakan. Kalau kita beralih ke pertambangan emas maka hasil pertanian, kelautan dan peternakan akan mengalami penurunan penghasilan yang sangat drastis karena hancurnya lahan akibat limbah sisa pertambangan, rusaknya ekosisstem alam, banjir, erosi dan longsor, menjadi momok yang sangat menakutkan yang siap menerka masyarakat kapan saja dan dimana saja. Dampak kerusakan pertambangan sangat besar sekali coba kita lirik salah satu kota di jawa yang mengeluarkan semburan lahar lumpur akibat perusahaan pertambangan lapindo yang menggenangi tempat tinggal warga yang sampai sekarang ini belum ada ujungnya sehingga warga yang di rugikan dan pindah ke tempat yang nyaman di jadikan sebagai hunian. Masuknya pertambangan di bima merupakan suatu perampasan hak secara besar-besaran yang di lakukan oleh perusaahaan asing, alam seharusnya di kelolah di kemudian hari nanti setelah semuanya sudah benar-benar siap untuk di eksploitasi demi kepentingan bangsa dan negara.
Penulis yang terlibat dalam berbagai kajian dan aksi penolakan masuknya pertambangan di bima khusunya di parado, langudu, sape yang sampai hari ini masih bergulir dengan di bawah tekanan represif dari oknum kepolisian daerah kabupaten bima yang beberapa terakhir ini pihak kepolisian melakukan penembakan secara brutal kearah warga sehingga belasan masyarakat luka-luka akibat kesambat peluru panas dari oknum kepolisian, pengejaran terhadap masyarakat dan mahasiswa yang kritis dalam menolak masuknya pertambangan terus terjadi sehingga beberapa di antaranya di tahan dan bersembunyi di lereng-lereng gunung dan sawah menghindari pengejaran dan penangkapan yang di lakukan okleh oknum kepolisian. Gelombang aksi parlemen jalanan sampai aksi pembakaran lokasi dan alat-alat berat yang di lakukan oleh masyarakat merupakan akumulasi kekecewaan warga terhadap aktifitas pertambangan yang akan merusak seluruh alam, lahan pertanian yang akan ditimpah limbah organik yang beracun dan warga terancam diserang penyakit aneh dan gas beracun dari asap pabrik yang menggelembung. Penulis rasa sudah sewajarnya warga melakukan pembakaran lokasi pertambangan, kantor kapolres dan pemblokiran kantor camat.
Info terakhir bahwa ada 12 korban penembakan brutal oleh oknum kepolisian dan diantarannya warga parado rato bernama ahmad terkena tembakan timah panas tepat dibagian kakinya dan di larikan rumah sakit umum bima untuk pengobatan lebih lanjut, peluruh yang tertancam dalam dan merusak bagian urat sarafya sehingga rumah sakit bima kewalahan untuk mmemberikan pertolongan dan kemudian korban di obatin lebih lanjut di rumah sakit umum mataram dan sampai akhirnya kaki yang terkena tembakan timah panas oleh oknum kepolisian dan tidak bisa tertolong hinggan akhirnya kaki yang terkena peluru tajam di amputasi.
Perbuatan ini tidak bisa di biarkan begitu saja karna kejadian tersebut sudah melanggar hak asasi manusia, sebagai manusia yang memiliki kebebasan untuk berekpresi dan mengeluarkan pendapat yang di legitimasi olehundang-undang sudah sepantasnya memperjuangkan haknya.
Maka dari itu kkita sebagai masyarakat intelektual dan kemudian melakukan perbaikan sosial apabilah mahasiswa diberikan tugas dan tanggung jaawab sebagai agent of change, sosial of chontrol dan moral of force tidak tergugah hatinya untuk ikut serta bergabung dalam aliansi mahasiswa bima makassar menolak masuknya pertambangan di bimakan dipertanyakan eksistensinya sebagai, menurut cerita-erita dibuku dan doktrin dari senior bahwa ternyata pada jaman orde lama dan orde baru tumbang tidak lain dan tidak bukan merupakan mahasiswa sebagai penggerak dan pelopor peristiwa akbar yang tidak pernah hilang dalam ingatan bangsa indonesia sebagai peristiwa yang bersejarah. Inilah catatan penting yang harus di ingat dan harus dilestarikan oleh generasi sekarang sejarah harus terus di ulang agara tidak lupa oleh generasi selanjutnya, siapa lagi kalau buikan kita kalaupun hari ini kita tidak bisa mengukir sejarah dengan tintah emas kama mari kita coba mengukir sejarah dengan tinta darah sekalipun kalau itu mengaharuskan kita untuk mengahirinya sebagai sejarah yang akan di ingat dan dilanjutkan oleh generasi selanjutnya.
Lebih baik mati daripada tunduk pada kemunafikan (soe hok gie).
Hidup mahasiswa …….
Hidup rakyat………….
Hidup kaum proletar………

Ini tulisanku yang pertama kali di awal masuk kampus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s