Kembalikan tanah petani


imagesjmOleh: bung rulan
 
Jual saja negeri ini. Negeri kaya di hinggapi hipokrit, kerjaannya mencari pelanggan untuk melelang barang dagangnya. Untuk apa memiliki banyak kekayaan kalau justru membuat kita semakin miskin dan tertindas. Amanat undang-undang tertera dengan jelas dalam pasal bahwa yang menyangkut hidup rakyat banyak tidak boleh dikuasai asing. Kekayaan yang terkandung dalam tanah harus kita sendiri mengolahnya. Tapi apa boleh buat bila itu menjadi bencana. Dari pada ribut-ribut lebih baik di jual saja.
Tanah subur kalau di Tanami batu pasti tumbuh, saking suburnya tanah milik kita. Awalnya rakyat di suruh kerja jangan malas-malasan. Setelah rakyat bekerja sebagai petani tentunya menanam padi, kedelai, jagung dan sebagainya. Setelah rakyat bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, kalian datang untuk mengambil paksa tanah kami. Mengambil dari tangan pak tani yang kalian suruh kerja karna di anggap pemalas dan bodoh. Kalau tanah kami di ambil lalu kami harus menanam di mana, karena hanya di tanah lah kami bisa bercocok tanam.
Kalian robohkan rumah kami yang di atapi jerami menggantikan dengan gedung menculang tinggi. Berdirilah perusahaan besar dengan konstruksi bangunan megah, saking megahnya sulit rasanya menjelaskan dengan baik karna rumah kami hanya terdiri dari batu bata dan rotan saja. Kami tolak kesewenangan kalian mengambil secara paksa tanah milik nenek moyang. Dimana Negara yang harus melindungi rakyatnya sendiri dari kesewenang-wenangan para perusahaan. Tapi menunggu Negara datang untuk membela rakyat layaknya superman bak menunggu hujan salju di Negara khatulistiwa. Sungguh tidak mungkin terjadi, karena Negara sudah menjadi kaki tangan kapitalisme global. Negara siap memproteksi kepentingan asing asung di negeri kita dan tidak segan-segan menembaki secara membabi buta kepada rakyatnya sendiri yagn tidak mempunyai senjata seperti mereka. Polisi dan militer membrondongi rakyat dengan peluru karet dan timah panas, negri aneh dihuni para bedebah.
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s