ISIS


bung rulan

Negara Islam Irak dan Suryah (ISIS) menjadi familiar ditengah Masyarakat kita, gerakan sempalan islam yang didirikan oleh Abu Bakar Al-Baghdadi dan dibaiat sebagai khalifah dunia. Khalifah merupakan sebutan sebagai pemimpin umat Islam yang menaungi kekuasaan bumi. Seperti disebutkan dalam kitab suci bahwa manusia diturunkan dibumi sebagai khalifah bagi alam semesta, menciptakan kedamaian dan ketentraman di kerajaan bumi. Akan tetapi proses penunjukan Khalifah cukup beragam pendapat yang muncul, sehingga melahirkan perdebatan yang amat alot mulai dari pasca meninggal Rasulullah SAW hingga sekarang. Ditengah kontroversi tersebut beberapa organisasi yang mengatas namakan Islam justru bergerak lebih cepat, selangkah lebih cepat dari yang lain. dengan menunjuk sendiri khalifah dibawah naungan daulah khilafah, namun dilain sisi banyak penolakan yang justru datang dari Umat Islam itu sendiri karna mereka menganggap terlalu menggampangkan pengangkatan Khalifah. Perbedaan pandangan ini bukan hal baru dan trendy, namun sudah terjadi sejak awal.

Bagaimana masyarakat kita menanggapi dan menyikapi kehadiran ISIS, yang sudah tersebar di indonesia. bahkan dibeberapa kota besar sudah dilakukan pendeklarasian secara resmi seperti di bundaran HI, diaula Kampus Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta. Beragam respon masyarakt terhadap isu ISIS yang terakhir ini menjadi trend topik, bersamaan dengan kasus gugatan pilpres di Mahkama Konstitusi (MK) oleh kubuh yang kalah dalam pemilu. Ada yang menganggap bahwa ISIS merupakan salah satu organisasi teroris yang harus segera diambil tindakan tegas dari pihak terkait, untuk menutup akses pergerakannya. Sebab pada akhirnya nanti akan mengancam eksistensi Kebhineka Tunggal Ika-an kita dan kedaulatan bangsa Indonesia. ada juga yang beraggapan bahwa ini adalah kebangkitan Islam diseluruh dunia. Negara-negara Islam yang tergabung dalam organisasi Uni Emirat Arab tidak mampu saling bahu menbahu melawan musuh bersama (Common Sense), dimana pihak Israil telah melakukan genosida kemanusiaan terhadap palestina. Dunia islam hanya bisa terdiam seribu bahasa ketika menyaksikan kebrutalan israil, membombardil ditempat tinggal warga sipil yang tak bersalah. Sehingga dukungan terhadap pembentukan Negara Islam Irak dan Suryah cukup banyak dikalangan islam yang merasa bahwa Negara islam tidak bisa melakukan apa-apa. Bahkan yang paling menyakitkan hati sesama Muslim ketika Mesir menutup perbatasan dan tidak mengijinkan warga Palestina berobat dirumah Sakit dan berlindung dari rudal Israil.

Konsolidasi

Sejumlah ulama, kiyai, organisasi islam, tokoh masyarakat dll, sudah mulai menyerukan bahaya organisasi ISIS yang berkedudukan di irak dan surya terhadap ancaman bangsa indonesia. bahkan majelis ulama indonesia (MUI) dan badan nasional penanggulangan teroris (BNPT) sudah mengeluarkan fatwa “Teroris” dan organisasi berbahaya. Ancaman disentegrasi yang muncul ditengah masyarakat oleh karena perbedaan pandangan, sangat krusial mengingat organisasi tersebut menggunakan jalur-jalur kekerasan untuk mencapai tujuan politik. Kita dapat dengan mudah melihat dan menyaksikan sendiri kebrutalan ISIS melalui media sosial, yang sejak awal gencar melakukan penyerangan terhadap kota-kota penting, ladang minyak, warga sipil (muslim dan non-muslim), pertahanan militer pemerintahan distrik dll.

Kekerasan dengan menggunakan nama Islam tak dapat dibenarkan jika dilakukan secara sporadis tanpa menggunakan ushul fikhi perang islam. Sebab islam sendiri pada masa-masa kenabian memiliki syarat-syarat tertentu ketika melakukan perang, bahkan warga non-muslim, perempuan, anak-anak dan laki-laki yang tidak mampu mengangkat senjata dll, justru dilindungi. Namun berbeda halnya ketika fenomena Isis mengumandangkan negara islam dan memerangi masyarakat dan pemerintahan secara brutal, tanpa memandang kaidah-kaidah yang di anjurkan islam.

Kalau kita melihat lebih jauh organisasi tersebut melalui proses pendanaan biaya perang (latihan militer, amunisi, logistik, money, kendaraan perang dll). Sangat luar biasa pesatnya, sehingga mengalahkan anggaran yang digunakan seperti organisasi seperti Alqaidah, fattah, hizbullah, hamas dll. Kitapun tertegun dengan kemajuan demi kemajuan yang dapat mereka lakukan setiap hari, dengan menguasai dan memukul mundur tentara resmi. Ternyata ISIS mendapatkan pasokan dan pendanaan dari negara Amerika Serikat, lihat saja peralatan yang mereka gunakan, peralatan tersebut made ini Amerika dan inggris.

ISIS Bidik Indonesia

Indonesia merupakan penghuni mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia, sekaligus negara yang sangat plural dibandingkan dengan negara manapun. Berbagai pandangan dan aliran keagamaan telah ada sudah sejak lama dan terasimilasi dengan kebudayaan lokal masyarakat setempat, sehingga terkadang agama disebandingkan dengan ajaran keagamaan (hanya beberapa kasus saja tidak berlaku umum). Memang cukup sulit membedakan praktek keagamaan dan praktek budaya yang berkembang di tengah masyarakat.

Akan tetapi pada umumnya kita menganut islam moderat modernis, menerima kemajuan dari luar (barat) baik llmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan. Sehingga cara pandang keislamanan kita sangat jauh dari pola-pola ekstremis fundamental yang menghalal haramkan sesuatu. Dan tidak cenderung untuk memaksakan kehendak organisasi tertentu untuk di ikuti oleh kelompok lain, sebagai suatu keniscayaan yang harus diterima secara luas. Memang keberislaman kita cukup unik dan berbeda, kita lebih mengutamakan toleransi, pluralisme, tenggang rasa terhadap agama lain, inilah yang dinamakan islam indonesia bukan islam berwajah arab.

Sehingga sampai pada kesimpulan penulis bahwa ISIS tidak akan berkembang dengan pesat di indonesia, mengingat mayoritas islam kita berhaluan moderat. Dan menolak segala bentuk kekerasan apapun atas nama agama, terkadang sebagaian ummat menggunakan ajaran suci alquran untuk mendukung dan melegitimasi gerakan dan aktifitas di luar dari kemanusiaan terseebut. Yang dapat dilakukan warga yaitu membentengi diri dengan pemahaman keagamaan yang benar dan tidak mudah didoktrin dengan label jihad atau semacamnya, pemuda-pemudi yang rentan terhadap pemahaman baru agar nilai budaya dan pendalam kembali terhadap makna pancasila.

NKRI harga Mati titik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s