Kritik Terhadap Pemikiran Antonio Gramsci


Gramsci_1922

Siapa yang tidak mengenal sosok satu ini, yang sangat piawai mengkhatamkan ajaran Marx. ia adalah Antonio Gramsci seorang pemikir jebolan beraliran Marxis, lahir di sebuah kota di Sardinia Italia pada tahun 22 januari 1891. Sebagai seorang pemikir intelektual marxis, yang berkecimpung dalam sebuah partai politik buruh yang progresif. Gramsci sukses membawa partai buruh sosialis menjadi partai yang tangguh dan besar, berkat dari kematangan berorganisasi untuk memobilisasi massa dalam melakukan aktifitas kerja partai. Selain itu gramsci menelurkan berbagai gagasan-gagasannya dalam bentuk buku, dan disebar luaskan keberbagai Negara. Salah satu buku yang terkenal yang pernah ia tulis adalah catatan gramsci didalam penjara (Prison of note book), yang kemudian diselundupkan oleh istrinya saat ia berkunjung ke penjara untuk bertemu dengan Gramsci. Buku catatan dari penjara ke penjara, menceritakan banyak hal didalamnya, termasuk konsep hegemoninya. Gagasan tersebut berbicara seputar usaha seseorang untuk menguasai orang lain, agar mengikuti keinginan dari orang yang mengajak. Mereka menggunakan kemampuan komunikasi politik dan loby politik untuk mengajak massa, melakukan hal yang ia inginkan.

Buku gramsci catatan dalam penjara mengingatkan kita pada tokoh komunis Indonesia Tan Malaka yang menulis buku yang serupa juga yaitu catatan dari penjara ke penjara. Namun naasnya tokoh ini dibunuh oleh masyarakat Indonesia sendiri oleh karena perbedaan pandangan politik, padahal perbedaan itu suatu keniscayaan bagi manusia. Konsep hegemoni Gramsci banyak dipakai oleh berbagai macam orang, untuk menundukkan orang lain. Oleh karena konsep tersebut sangat praktis dan elegant dibandingkan dengan cara-cara penggunaan kekuatan melalui koersif (kekerasan), agar orang lain dapat mengikuti kita. Disadari atau tidak Antonio Gramsci telah memberikan sumbangan yang amat besar terhadap perubahan dinamika politik, ia mampu merubah dan mempengaruhi paradigma pemikir-pemikir setelahnya. Karena gramsci merupakan pemikir yang berani melakukan sedikit perubahan terhadap doktrin keras marxisme ortodoks. Karena pada saat itu marxisme sudah paten dan tidak bisa dirubah sedikitpun, merubahnya sama dengan murtad kepada ajaran marx.

Disini penulis ingin melakukan kritik terhadap gagasan Gramsci sebagai salah satu upaya merekonstruksi kembali gagasan tersebut. Sehingga selain kita dapat mengambil gagasan intelektual Marxian ini secara Taken of graden mengambil begitu saja, namun kita bisa memperbaiki berbagai sisi termasuk memasukkan nilai islami kedalam pemikiran tersebut. Dan perlu diperjelas adalah saya tidak hendak melakukankan islamisasi terhadap konsep gramsci melainkan melakukan internalisasi terhadap ajaran islam kedalam pandangan dunia (epistemologi) ilmu sosial kritis. Dalam hal ini saya akan mengkritik gagasan gramsci dengan menggunakan beberapa alternative, termasuk didalamnya mengambil pemikiran islam Kuntowijoyo. Salah satu sumbangsih terbesar kuntowijoyo adalah ia mampu melahirkan gagasan Ilmu Sosial Profetik (ISP), yang mendasarkan pada etika kenabian melalui pemaknaan kreatif terhadap surat Al-Imran ayat 110. Didalam kandungan ayat tersebut tersirat tiga muatan nilai utama yang menjadi dasar dari peletakan dasar ISP, di antaranya Humanisasi, yaitu memanusiakan manusia dalam pengertian manusia seutuhnya. Liberasi melakukan pembebasan terhadap kelompok mustadafin dari penindasan sistem yang dihegemonik oleh kapitalisme dan yang terakhir transendensi yaitu segala perbuatan manusia pasti ada ikut campur tangan tuhan di dalamnya.

Sebagai mana ilmu sosial kritis yang dijelaskan, cenderung memisahkan diri dengan konsep agama. Agama justru dipandang sebagai salah satu penyebab dari kemunduran ilmu pengetahuan dan membuat masyarakat dinina bobokan dengan janji-janji agama. Ilmu sosial kritis cenderung menuduh agama sebagai salah satu penyebab dari melemahnya gerakan sosial, karena tidak menyentuh kedasar persoalan kemasyarkatan. Sebagaimana yang menajdi doktrin marxisme bahwa ekonomi merupakan basic struktur sedangkan agama, politik, hukum dan sebagainnya hanyalah suprastruktur. Jadi perubahan suprastruktur sangat bergantung pada perubahan kebutuhan dasar manusia yaitu ekonomi. Namun kaum agamawan akan banyak yang tidak sepakat dengan cara pandang kelompok marxis tersebut, lantaran islam salah satunya bukan hanya sekedar mengajarkan tentang persoalan ibadah kepada tuhan, melainkan islam juga menjadi salah satu agama perlawanan terhadap penindasan dan penghisapan. Islam mengajarkan hidup egalitarian dan tidak boleh hidup hura-hura seperti kelompok hedonisme (Kapitalisme-red).

Ilmu sosial kritis menurut kuntowijoyo tidak memberikan jalan atau pedoman bagi kita, melainkan ilmu tersebut hanya sampai pada siapa subyek yang akan menjalankannya. Sedangkan ilmu sosial profetik memberikan jalan bagi mereka pedoman sampai pada lahirnya tujuan etika profetik. Dengan ilmu tersebut islam dapat melakukan proses transformasi secara besar-besaran terhadap cara pandang yang menganggap islam tidak memberikan sumbangan untuk melakukan perubahan dan sebagai agama perlawanan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s