ISIS


bung rulan

Negara Islam Irak dan Suryah (ISIS) menjadi familiar ditengah Masyarakat kita, gerakan sempalan islam yang didirikan oleh Abu Bakar Al-Baghdadi dan dibaiat sebagai khalifah dunia. Khalifah merupakan sebutan sebagai pemimpin umat Islam yang menaungi kekuasaan bumi. Seperti disebutkan dalam kitab suci bahwa manusia diturunkan dibumi sebagai khalifah bagi alam semesta, menciptakan kedamaian dan ketentraman di kerajaan bumi. Akan tetapi proses penunjukan Khalifah cukup beragam pendapat yang muncul, sehingga melahirkan perdebatan yang amat alot mulai dari pasca meninggal Rasulullah SAW hingga sekarang. Ditengah kontroversi tersebut beberapa organisasi yang mengatas namakan Islam justru bergerak lebih cepat, selangkah lebih cepat dari yang lain. dengan menunjuk sendiri khalifah dibawah naungan daulah khilafah, namun dilain sisi banyak penolakan yang justru datang dari Umat Islam itu sendiri karna mereka menganggap terlalu menggampangkan pengangkatan Khalifah. Perbedaan pandangan ini bukan hal baru dan trendy, namun sudah terjadi sejak awal.

Bagaimana masyarakat kita menanggapi dan menyikapi kehadiran ISIS, yang sudah tersebar di indonesia. bahkan dibeberapa kota besar sudah dilakukan pendeklarasian secara resmi seperti di bundaran HI, diaula Kampus Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta. Beragam respon masyarakt terhadap isu ISIS yang terakhir ini menjadi trend topik, bersamaan dengan kasus gugatan pilpres di Mahkama Konstitusi (MK) oleh kubuh yang kalah dalam pemilu. Ada yang menganggap bahwa ISIS merupakan salah satu organisasi teroris yang harus segera diambil tindakan tegas dari pihak terkait, untuk menutup akses pergerakannya. Sebab pada akhirnya nanti akan mengancam eksistensi Kebhineka Tunggal Ika-an kita dan kedaulatan bangsa Indonesia. ada juga yang beraggapan bahwa ini adalah kebangkitan Islam diseluruh dunia. Negara-negara Islam yang tergabung dalam organisasi Uni Emirat Arab tidak mampu saling bahu menbahu melawan musuh bersama (Common Sense), dimana pihak Israil telah melakukan genosida kemanusiaan terhadap palestina. Dunia islam hanya bisa terdiam seribu bahasa ketika menyaksikan kebrutalan israil, membombardil ditempat tinggal warga sipil yang tak bersalah. Sehingga dukungan terhadap pembentukan Negara Islam Irak dan Suryah cukup banyak dikalangan islam yang merasa bahwa Negara islam tidak bisa melakukan apa-apa. Bahkan yang paling menyakitkan hati sesama Muslim ketika Mesir menutup perbatasan dan tidak mengijinkan warga Palestina berobat dirumah Sakit dan berlindung dari rudal Israil.

Konsolidasi

Sejumlah ulama, kiyai, organisasi islam, tokoh masyarakat dll, sudah mulai menyerukan bahaya organisasi ISIS yang berkedudukan di irak dan surya terhadap ancaman bangsa indonesia. bahkan majelis ulama indonesia (MUI) dan badan nasional penanggulangan teroris (BNPT) sudah mengeluarkan fatwa “Teroris” dan organisasi berbahaya. Ancaman disentegrasi yang muncul ditengah masyarakat oleh karena perbedaan pandangan, sangat krusial mengingat organisasi tersebut menggunakan jalur-jalur kekerasan untuk mencapai tujuan politik. Kita dapat dengan mudah melihat dan menyaksikan sendiri kebrutalan ISIS melalui media sosial, yang sejak awal gencar melakukan penyerangan terhadap kota-kota penting, ladang minyak, warga sipil (muslim dan non-muslim), pertahanan militer pemerintahan distrik dll.

Kekerasan dengan menggunakan nama Islam tak dapat dibenarkan jika dilakukan secara sporadis tanpa menggunakan ushul fikhi perang islam. Sebab islam sendiri pada masa-masa kenabian memiliki syarat-syarat tertentu ketika melakukan perang, bahkan warga non-muslim, perempuan, anak-anak dan laki-laki yang tidak mampu mengangkat senjata dll, justru dilindungi. Namun berbeda halnya ketika fenomena Isis mengumandangkan negara islam dan memerangi masyarakat dan pemerintahan secara brutal, tanpa memandang kaidah-kaidah yang di anjurkan islam.

Kalau kita melihat lebih jauh organisasi tersebut melalui proses pendanaan biaya perang (latihan militer, amunisi, logistik, money, kendaraan perang dll). Sangat luar biasa pesatnya, sehingga mengalahkan anggaran yang digunakan seperti organisasi seperti Alqaidah, fattah, hizbullah, hamas dll. Kitapun tertegun dengan kemajuan demi kemajuan yang dapat mereka lakukan setiap hari, dengan menguasai dan memukul mundur tentara resmi. Ternyata ISIS mendapatkan pasokan dan pendanaan dari negara Amerika Serikat, lihat saja peralatan yang mereka gunakan, peralatan tersebut made ini Amerika dan inggris.

ISIS Bidik Indonesia

Indonesia merupakan penghuni mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia, sekaligus negara yang sangat plural dibandingkan dengan negara manapun. Berbagai pandangan dan aliran keagamaan telah ada sudah sejak lama dan terasimilasi dengan kebudayaan lokal masyarakat setempat, sehingga terkadang agama disebandingkan dengan ajaran keagamaan (hanya beberapa kasus saja tidak berlaku umum). Memang cukup sulit membedakan praktek keagamaan dan praktek budaya yang berkembang di tengah masyarakat.

Akan tetapi pada umumnya kita menganut islam moderat modernis, menerima kemajuan dari luar (barat) baik llmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan. Sehingga cara pandang keislamanan kita sangat jauh dari pola-pola ekstremis fundamental yang menghalal haramkan sesuatu. Dan tidak cenderung untuk memaksakan kehendak organisasi tertentu untuk di ikuti oleh kelompok lain, sebagai suatu keniscayaan yang harus diterima secara luas. Memang keberislaman kita cukup unik dan berbeda, kita lebih mengutamakan toleransi, pluralisme, tenggang rasa terhadap agama lain, inilah yang dinamakan islam indonesia bukan islam berwajah arab.

Sehingga sampai pada kesimpulan penulis bahwa ISIS tidak akan berkembang dengan pesat di indonesia, mengingat mayoritas islam kita berhaluan moderat. Dan menolak segala bentuk kekerasan apapun atas nama agama, terkadang sebagaian ummat menggunakan ajaran suci alquran untuk mendukung dan melegitimasi gerakan dan aktifitas di luar dari kemanusiaan terseebut. Yang dapat dilakukan warga yaitu membentengi diri dengan pemahaman keagamaan yang benar dan tidak mudah didoktrin dengan label jihad atau semacamnya, pemuda-pemudi yang rentan terhadap pemahaman baru agar nilai budaya dan pendalam kembali terhadap makna pancasila.

NKRI harga Mati titik

Analisis Kepentingan Geopolitik Amerika Terhadap Iran


Camera 360
Bung rulan

Oleh; bung rulan

Iran atau Persia merupakan sebuah Negara ditimur tengah yang terletak di asia barat daya. Meski didalam negeri Negara ini telah terkenal sebagai sebutan Iran sejak jaman kuno hingga tahun 1953 iran masih dipanggil Persia didunia barat. Nama iran berasal dari bahasa Persia kuno yang berarti “negeri bangsa arya” nama iran sudah digunakan sejak era sassania.

Sebelum terjadi revolusi iran tahun 1979, iran dibawah kekuasaan syah Muhammad reza pahlevi yang sangat dictator. Meski iran merupakan Negara penghasil minyak terbesar nomor tiga didunia, akan tetapi iran dibawah rezim dictator pahlewi rakyatnya hidup sangat menderita dan miskin disebabkan besarnya pengaruh amerika serikat dalam mensetir Negara iran. Bahkan tak heran bila di Negara tersebut terdapat banyak pekerja yang datang dari Negara paman sam tersebut. Hubungan amerika dengan reza pahlevi sangatlah erat sehingga menguatkan posisi rezim di tampuk kekuasaan oleh karena amreika ada dibelakangnya sebagai pendukung setia. Bukan tanpa alasan amerika membangun hubungan kerja sama dengan rezim, agar kepentingan amerika serikat dapat di akomodir.

Amerika adalah salah satu Negara industry dimana didalamnya terdapat berbgai macam industry dibangun, artinya Negara ini sangat bergantung pada pasokan minyak dari negara timur tengah yang memiliki sumber daya minyak yang sangat kaya di dunia. Untuk memenuhi kebutuhan akan minyak maka amerika menciptakan Negara boneka dengan cara menitipkan orang-orang tertentu yang pro terhadap kebijakan negaranya, sehingga pemenuhan kebutuhan minyak dapat di atasi melalui rezim yang mereka dukung.

Salah satu kebijakan politik Negara paman sam adalah persoalan minyak. Ini bisa kita lacak melalui kebijakan-kebijakan yang diambil dalam kebikan politik nasionalnya yang mengharuskan adanya pemenuhan kebutuhan pasokan minyak. Dibeberapa Negara timur tengah seperti Afganistan, Libya, yaman, quwait Qatar dll. Selalu saja ada pangkalan militer USA yang dibangun. Alih-alih ingin memberantas kelompok-kelompok yang di anggap sebagai teroris, mereka masuk sebenarnya melakukan invasi secara militer. Walau awalnya dengan dalil hukum internasional menghancurkan teroris dan lama kelamaan mereka menggunakan tentaranya yang sudah ditempatkan dimedan untuk menyerang pemerintahan yang sah. Ada banyak alasan yang mereka kemukakan sebagai dalil pembenar atas serangan yang dilakukan. Kita dapat menjadikan contoh di afganistas bagaimana wajah yang sebenarnya yang ditampakkan ketiak mereka memburuh sadam Husain. Sadam Husain di anggap sebagai teroris yang telah mendirikan organsasi alqaedah yang ekstrem dan melakukan terror diberbgai tempat. Hinga berujung pada penyerangan gedung Word Trade Center [WTC] yang menelan korban yang sangat banyak sekali.

Namun tanpa kita sadari bahwa hal tersebut merupakan strategi amerika untuk menjadikan islam sebagai kambing hitam yang mendalangi penyerangan tersebut. Hingga pada akhirnya mereka harus mencari siapa yang harus dijadikan sebagai sasaran objek yang dikenai sebagai pelaku penyerangan. Disinilah islam pertama kali disebut-sebt sebagai agama yang mengajari tindakan kekerasan dan mengajari jihad dengan jalan tidak mengenal kompromi. Dan resmilah islam dianggap sebagai kelompok teroris.

Pengaruh amerika serikat terhadap pemerintahan pahlevi sangatlah dominan, sebab rezim tersebut adalah kaki tangan merekayang siap menampung seluruh kebutuhan minyak. Secara factual iran sangat bergantung pada amerika serikat, sebab perjanjian yang sduah ditandatangani oleh pemerintahan dengan amerika meliputi kerja sama di berbgai bidang terutama bidang militer dan ekonomi. Sehingga mau tidak mau iran harus patuh pada tuannya. Kondisi seperti ini semakin memperburuk keadaan masyarakat, sehingga mulailah terjadi letupan-letupan revolusi di gelorankan.

Rakyat iran segera tergerak untuk melepaskan diri dari cengkeraman penguasa kejam yang tega berbuat apa saja terhadap rakyatnyaselagi ia mampu, yang sekarang harus patuh kepada pengaruh asing hingga menampakan sikap lunak terhadaprakyatnya. Aliansi kaum ulama dan cendekiawan dibawah panji-panji islam dibangkitkan untuk menemukan momentum revolusi. Isu-isu yang berkaitan dengan dominasi asing, pelestarian identitas dan otonomi nasional, konstitualisme dan kedudukan hukum islam adalah grans issue untuk menumbangkan rezim otoriter.

Pasca revolusi Iran yang dikumandai oleh para tokoh intelektual di antaranya terdapat nama-nama besar seperti Imam Khoimeni dan ali syariati sebagai pelatak batu perlawan atas pemerintahan yang dictator. Setelah rezah syah pahlevi lengser dari tampuk kekuasaan yang disokong penuh Amerika, maka berakhir pula dominasi Negara industry tersebut di iran. Iran memproklamsirkan negaranya sebagai Negara republic islam iran (wilayatul faqih) dimana presiden sebagai pelaksana pemerintahan dan para mullah memiliki kedudukan yang paling tinggi walau tidak masuk dalam struktur Negara.

Iran tumbuh menjadi salah satu Negara Republik Islam yang sangat maju baik dibidang pengetahuan, ekonomi dan pengembangan kemampuan militer (Alutsista), yang harus diperhitungkan oleh Negara-negara maju. Terbilang dua Negara maju ditimur tengah yang mewakili Islam, namun memiliki perbedaan pandangan yang cukup besar di antaranya. Bukan saja pada persoalan bentuk pemerintahannya yang berbeda melainkan dari sikap pengambilan keputusan politik yang cenderung konservatif dan progress. Negara tersebut adalah Arab Saudi mewakili Negara konservatif dan cenderung mendukung langkah-langkah Amerika dalam mengatasi persoalan Timur Tengah dibandingkan dengan Iran yang mengambil jalan progres untuk mencarikan solusi Timur Tengah.

Iran dipandang sebagai Negara yang memiliki kemampuan militer yang cukup kuat dan menyamai kekuatan Amerika Serikat, kemampuan republik islam iran menciptakan negaranya menjadi Negara maju tak terlepas dari penolakannya terhadap dominasi asing di negerinya. seperti yang mereka alami di masa rezim pahlevi. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk dapat menentukan sikapnya secara regional maupun internasional. Beberapa kali Iran membuat amerika merasa berang dengan uji coba nuklir, pengembangan nuklir dengan dalih untuk menjaga wilayah territorial dari ancaman musuh. Maka amerika melakukan sanksi ekonomi terhadap iran, sebagai upaya menghentikan langkah mereka untuk tidak mengembangkan Nuklir. Negara paman sam tersebut berdalih bahwa perjanjian pembatasan pengembangan nuklir telah disepakati namun pemerintah iran tetap memproduksi nuklir.

Selain dari Arab Saudi Negara ditimur tengah Iran salah satu kekuatan yang dihitung oleh Amerika untuk diwaspadai, karena mereka mampu mengancam pertahanan Amerika dengan kemampuan Alutsistanya. Beberapa kali Amerika menggunakan berbagai macam dalih untuk menghambat pasokan nuklir bahkan menghentikan sama sekali pengembangannya. Namun negeri para Mullah tersebut tetap berkomitmen melanjutkan pembuatan Nuklir sebagai alat perdamaian dan pertahanan.

Beda Pendapat Soal Suriah

Negara Islam Irak dan Suryah (ISIS) sangat populer dalam dua tahun terakhir, gerakan sempalan Islam yang didirikan oleh Abu Bakar Al-Baghdadi dan dibaiat sebagai pemimpin [khalifah]. Khalifah merupakan sebutan pemimpin umat Islam yang menaungi seluruh negeri Islam. Seperti disebutkan dalam kitab suci bahwa manusia diturunkan dibumi sebagai khalifah bagi alam semesta, menciptakan kedamaian dan ketentraman di kerajaan bumi. Akan tetapi proses penunjukan khalifah cukup beragam pendapat yang muncul, sehingga melahirkan perdebatan yang amat alot mulai dari pasca meninggal Rasulullah SAW hingga sekarang. Ditengah kontroversi tersebut beberapa organisasi yang mengatas namakan islam justru bergerak lebih cepat, selangkah lebih cepat dari yang lain. dengan menunjuk sendiri khalifah dibawah naungan daulah khilafah, namun dilain sisi banyak penolakan yang justru datang dari Umat Islam itu sendiri karna mereka menganggap terlalu menggampangkan pengangkatan Khalifah. Perbedaan pandangan ini bukan hal baru dan trendy, namun sudah terjadi sejak awal.

Ada juga yang beraggapan bahwa ini adalah kebangkitan Islam diseluruh dunia. Negara-negara Islam yang tergabung dalam organisasi Uni Emirat Arab tidak mampu saling bahu menbahu melawan musuh bersama (Common Sense), dimana pihak Israel telah melakukan genosida kemanusiaan terhadap Palestina. Dunia Islam hanya bisa terdiam seribu bahasa ketika menyaksikan kebrutalan Israel, membombardil ditempat tinggal warga sipil yang tak bersalah. Sehingga dukungan terhadap pembentukan Negara Islam Irak dan Suryah cukup banyak dikalangan Islam yang merasa bahwa Negara Islam tidak bisa melakukan apa-apa. Bahkan yang paling menyakitkan hati sesama Muslim ketika Mesir menutup perbatasan dan tidak mengijinkan warga Palestina berobat dirumah Sakit dan berlindung dari rudal Israil.

Kekerasan dengan menggunakan nama Islam tak dapat dibenarkan jika dilakukan secara sporadis tanpa menggunakan ushul fikhi perang Islam. Sebab Islam sendiri pada masa-masa kenabian memiliki syarat-syarat tertentu ketika melakukan perang, bahkan warga non-muslim, perempuan, anak-anak dan laki-laki yang tidak mampu mengangkat senjata dll, justru dilindungi. Namun berbeda halnya ketika fenomena Isis mengumandangkan negara islam dan memerangi masyarakat dan pemerintahan secara brutal, tanpa memandang kaidah-kaidah yang di anjurkan islam.

Kalau kita melihat lebih jauh organisasi tersebut melalui proses pendanaan biaya perang (latihan militer, amunisi, logistik, money, kendaraan perang dll). Sangat luar biasa pesatnya, sehingga mengalahkan anggaran yang digunakan seperti organisasi seperti Alqaidah, fattah, hizbullah, hamas dll. Kitapun tertegun dengan kemajuan demi kemajuan yang dapat mereka lakukan setiap hari, dengan menguasai dan memukul mundur tentara resmi. Ternyata ISIS mendapatkan pasokan dan pendanaan dari negara Amerika Serikat, lihat saja peralatan yang mereka gunakan, peralatan tersebut made ini Amerika dan inggris.

Menurut hemat penulis disinilah peran Amerika untuk menjadi Negara yang bisa menyulutkan kobaran api yang di tiupkan oleh kelompok teroris. Amerika pasca runtuhnya gedung WTC di New York menegeskan dirinya sebagai Negara yang memberantas kelompok teroris internasional. sehingga tentara mereka tersebar luas di negeri arab dan mendirikan pangkalan militer. Amerika punya kepentingan nasional untuk menempatkan militernya, bukan saja menumpas para teroris melainkan mereka mengincar sumber minyak sebagai kebutuhan utama industri dinegaranya.

Kemunculan ISIS banyak pengamat dan bahkan orang berpengaruhi di Amerika mantan mentri luar negri Hilarry Clinton mengatakan bahwa ISIS adalah bentukan dari USA, untuk tetap merawat eskalasi konflik. Sehingga mereka mudah menyebarkan militer mereka diberbagai Negara. Begitupun Snowden mantan pekerja di NASA yang mengatakan hal yang sama pula. Ditimur tengah memang sengaja diciptakan konflik supaya amerika memiliki dalih untuk masuk ke Negara tersebut dan lama kelamaan melakukan invansi secara militer dan politik. Tentunya untuk menguasai pangkalan minyak yang kaya raya tersebut.

Namun yang menjadi tantangan bagi Amerika di timur tengah adalah kemunculan iran sebagai kekuatan penyeimbang. Poros kekuatan dunia tidak berpusat pada USA dan Rusia, melainkan Iran dengan cepat menjadi Negara yang disegani. Secara geopolitik ameriak punya kepentingan untuk menundukan iran agar kepentingan mereka tidka dihambat oleh iran. Beberapa kali iran mengancam USA dengan rudal-rudal jelajahnya, dan USA merasa perlu untuk mempertimbangkan ancaman tersebut. Artinya bisa kita baca bahwa Iran punya kemampuan untuk menghancurkan negri paman sam tersebut. Ketegangan sering kali muncul antara USA dan Iran mulai ari persoalan sanksi ekonomi yang diklaim bahwa Iran tengah mengembangankan Nuklir, perseteruan soal proses penyelesaian konflik Suriah dan Irak.

Menurut hemat penulis jika Amerika tidak mampu menundukkan negri para Mullah tersebut, maka akan menjadi serius bagi Amerika dalam mempertahankan kepentingan nasionalnya di timur tengah. Walau Amerika punya hubungan yang dekat dengan kerajaan Saudi, namun secara kekuatan perang Iran lebih maju dalam pengembangan bidang militer.

Begini ngawurnya kalau nulis kaga pake data dan referensi hehehe.

 

 

Meneropong Konflik Timur Tengah Antara Kepentingan Dan Ideologi


Konfliksuriah1

Oleh. rulan bebas merdeka[1]

Berbicara tentang timur tengah tidak bisa terlepas dari konflik yang berkepanjangan dan negeri yang pernah hidup para nabi ini hanya menjadi bulan-bulanan saja. Dimana dalam negara ini memiliki cadangan minyak dunia yang sangat besar sekali, islam garis keras, wilayah yang tandus. Negeri 1001 malam ini memiliki ceritera yang amat banyak dan imajinasi tinggi, ini di karenakan orang-orang arab menyukai cerita misalnya saja cerita abu nawas yang cerdik penuh dengah canda tawa, cerita tentang lampu ajaib alauddin, pelaut albab dan masih banyak cerita lainnya.

Perlu kita berikan batasan atau definisi yang jelas mengenai timur tengah, karena beberapa ahli politik internasional belum menyepakati nama tentang timur tengah. Walaupun kita sekarang sudah menggunakan kata timur tengah sebagai kata penunjuk untuk negara-negara yang berada di timur seperti arab, irak, iran, mesir, suriah dll. Negara-negara ini disebut-sebut sebagai negara yang berada di timur tengah. Sebelum kata timur tengah menjadi santer dan bahan kosumsi bagi masyarakat dunia dalam penyebutan negara tersebut, pada awalnya para ilmuwan politik masih menamainya dengan kata “timur dekat (near east)” orang-orang inggris masih menggunakan kata timur dekat untuk menunjukan kata timur tengah sekarang ini. Pasca perang dunia ke II selesai negara-negara tersebut resmi di namai menjadi timur tengah oleh inggris dan amerika yang menjadikan sebagai negara penyokong kebutuhan inggris dan amerika yang berperang di teluk. Artinya timur tengah hanya dijadikan sebagai dapur untuk mengambil kekayaan dan membantu biaya selama perang berlangsung. Sebutan timur tengah bagi negara–negara yang berada di dataran arab tidak lain melainkan sebuah distorsi yang hegemonik, sementara barat selalu di identikan dengan eropa. Sebuah sebutan superioritas bagi bangsa yang memiliki peradaban modern.

Perlu kita ketahui bersama sebelum terjadi kekeliruan yang fatal dan membawa fitnah dan dosa bagi generasi setelah ini. Karena keotentikan dan kevaliditas sebuah data dalam rangka untuk menganalisa persoalan timur tengah tidaklah segampang yang kita kira, dikarenakan timur tengah mengalami perubahan yang sangat cepat baik secara politik, ideologi, ekkonomi dan lain-lain. Dimana timur tengah menjadi lahan konflik berkepanjangan, sehingga membutuhkan data yang benar-benar segar dan baru, sehingga dalam kajiannya tidak ketinggalan waktu.

Dalam beberapa waktu terakhir ini konflik yang terjadi di timur tengah mengalami tensi yang begitu tinggi, karena peperangan, pembunuhan dan pembomam berserakah dimana-mana. Dan itu menyiratkan bahwa cerita tentang timur tengah belumlah usai. Masih teringat dalam benak kita peperangan meletus antara masyarakat sipil dengan pihak pemerintahan kadafi di libya yang menghilangkan ribuan nyawa dari warga sipil maupun militer, gedung-gedung yang menculang tinggi ke angkasa ambruk berantakan diterjam granat. Masyarakat oposisi yang menentang kekuasaan otoriter muhammad khadafi tumpah riah dijalan-jalan dengan memegang senjata di kedua tangannya dan siap jihad untuk kemerdekaan dari penindasan dan kekuasaan yang semena-mena. Mereka berkumpul dan mengorganisir kelompok tersebut dengan kekuatan militer yang mendukung oposisi dan melakukan gencatan senjata di beberapa kota libya. Sementara di sisi pemerintahan khadafi bersikukuh untuk mempertahankan kekuasaannya walaupun masyarakat sudah tidak menghendakinya lagi menjadi seorang presiden seumur hidupnya. Dengan dibantu kekuatan militer baik angkatan darat maupun udara membombardir dengan peluru.

[1] Seorang mahasiswa yang menempuh pendidikan strata satu di univesitas islam negeri alauddin makassar, dengan jurusan ilmu politik semester III.

tulisan lama waktu semester III