Analisis Kepentingan Geopolitik Amerika Terhadap Iran


Camera 360
Bung rulan

Oleh; bung rulan

Iran atau Persia merupakan sebuah Negara ditimur tengah yang terletak di asia barat daya. Meski didalam negeri Negara ini telah terkenal sebagai sebutan Iran sejak jaman kuno hingga tahun 1953 iran masih dipanggil Persia didunia barat. Nama iran berasal dari bahasa Persia kuno yang berarti “negeri bangsa arya” nama iran sudah digunakan sejak era sassania.

Sebelum terjadi revolusi iran tahun 1979, iran dibawah kekuasaan syah Muhammad reza pahlevi yang sangat dictator. Meski iran merupakan Negara penghasil minyak terbesar nomor tiga didunia, akan tetapi iran dibawah rezim dictator pahlewi rakyatnya hidup sangat menderita dan miskin disebabkan besarnya pengaruh amerika serikat dalam mensetir Negara iran. Bahkan tak heran bila di Negara tersebut terdapat banyak pekerja yang datang dari Negara paman sam tersebut. Hubungan amerika dengan reza pahlevi sangatlah erat sehingga menguatkan posisi rezim di tampuk kekuasaan oleh karena amreika ada dibelakangnya sebagai pendukung setia. Bukan tanpa alasan amerika membangun hubungan kerja sama dengan rezim, agar kepentingan amerika serikat dapat di akomodir.

Amerika adalah salah satu Negara industry dimana didalamnya terdapat berbgai macam industry dibangun, artinya Negara ini sangat bergantung pada pasokan minyak dari negara timur tengah yang memiliki sumber daya minyak yang sangat kaya di dunia. Untuk memenuhi kebutuhan akan minyak maka amerika menciptakan Negara boneka dengan cara menitipkan orang-orang tertentu yang pro terhadap kebijakan negaranya, sehingga pemenuhan kebutuhan minyak dapat di atasi melalui rezim yang mereka dukung.

Salah satu kebijakan politik Negara paman sam adalah persoalan minyak. Ini bisa kita lacak melalui kebijakan-kebijakan yang diambil dalam kebikan politik nasionalnya yang mengharuskan adanya pemenuhan kebutuhan pasokan minyak. Dibeberapa Negara timur tengah seperti Afganistan, Libya, yaman, quwait Qatar dll. Selalu saja ada pangkalan militer USA yang dibangun. Alih-alih ingin memberantas kelompok-kelompok yang di anggap sebagai teroris, mereka masuk sebenarnya melakukan invasi secara militer. Walau awalnya dengan dalil hukum internasional menghancurkan teroris dan lama kelamaan mereka menggunakan tentaranya yang sudah ditempatkan dimedan untuk menyerang pemerintahan yang sah. Ada banyak alasan yang mereka kemukakan sebagai dalil pembenar atas serangan yang dilakukan. Kita dapat menjadikan contoh di afganistas bagaimana wajah yang sebenarnya yang ditampakkan ketiak mereka memburuh sadam Husain. Sadam Husain di anggap sebagai teroris yang telah mendirikan organsasi alqaedah yang ekstrem dan melakukan terror diberbgai tempat. Hinga berujung pada penyerangan gedung Word Trade Center [WTC] yang menelan korban yang sangat banyak sekali.

Namun tanpa kita sadari bahwa hal tersebut merupakan strategi amerika untuk menjadikan islam sebagai kambing hitam yang mendalangi penyerangan tersebut. Hingga pada akhirnya mereka harus mencari siapa yang harus dijadikan sebagai sasaran objek yang dikenai sebagai pelaku penyerangan. Disinilah islam pertama kali disebut-sebt sebagai agama yang mengajari tindakan kekerasan dan mengajari jihad dengan jalan tidak mengenal kompromi. Dan resmilah islam dianggap sebagai kelompok teroris.

Pengaruh amerika serikat terhadap pemerintahan pahlevi sangatlah dominan, sebab rezim tersebut adalah kaki tangan merekayang siap menampung seluruh kebutuhan minyak. Secara factual iran sangat bergantung pada amerika serikat, sebab perjanjian yang sduah ditandatangani oleh pemerintahan dengan amerika meliputi kerja sama di berbgai bidang terutama bidang militer dan ekonomi. Sehingga mau tidak mau iran harus patuh pada tuannya. Kondisi seperti ini semakin memperburuk keadaan masyarakat, sehingga mulailah terjadi letupan-letupan revolusi di gelorankan.

Rakyat iran segera tergerak untuk melepaskan diri dari cengkeraman penguasa kejam yang tega berbuat apa saja terhadap rakyatnyaselagi ia mampu, yang sekarang harus patuh kepada pengaruh asing hingga menampakan sikap lunak terhadaprakyatnya. Aliansi kaum ulama dan cendekiawan dibawah panji-panji islam dibangkitkan untuk menemukan momentum revolusi. Isu-isu yang berkaitan dengan dominasi asing, pelestarian identitas dan otonomi nasional, konstitualisme dan kedudukan hukum islam adalah grans issue untuk menumbangkan rezim otoriter.

Pasca revolusi Iran yang dikumandai oleh para tokoh intelektual di antaranya terdapat nama-nama besar seperti Imam Khoimeni dan ali syariati sebagai pelatak batu perlawan atas pemerintahan yang dictator. Setelah rezah syah pahlevi lengser dari tampuk kekuasaan yang disokong penuh Amerika, maka berakhir pula dominasi Negara industry tersebut di iran. Iran memproklamsirkan negaranya sebagai Negara republic islam iran (wilayatul faqih) dimana presiden sebagai pelaksana pemerintahan dan para mullah memiliki kedudukan yang paling tinggi walau tidak masuk dalam struktur Negara.

Iran tumbuh menjadi salah satu Negara Republik Islam yang sangat maju baik dibidang pengetahuan, ekonomi dan pengembangan kemampuan militer (Alutsista), yang harus diperhitungkan oleh Negara-negara maju. Terbilang dua Negara maju ditimur tengah yang mewakili Islam, namun memiliki perbedaan pandangan yang cukup besar di antaranya. Bukan saja pada persoalan bentuk pemerintahannya yang berbeda melainkan dari sikap pengambilan keputusan politik yang cenderung konservatif dan progress. Negara tersebut adalah Arab Saudi mewakili Negara konservatif dan cenderung mendukung langkah-langkah Amerika dalam mengatasi persoalan Timur Tengah dibandingkan dengan Iran yang mengambil jalan progres untuk mencarikan solusi Timur Tengah.

Iran dipandang sebagai Negara yang memiliki kemampuan militer yang cukup kuat dan menyamai kekuatan Amerika Serikat, kemampuan republik islam iran menciptakan negaranya menjadi Negara maju tak terlepas dari penolakannya terhadap dominasi asing di negerinya. seperti yang mereka alami di masa rezim pahlevi. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk dapat menentukan sikapnya secara regional maupun internasional. Beberapa kali Iran membuat amerika merasa berang dengan uji coba nuklir, pengembangan nuklir dengan dalih untuk menjaga wilayah territorial dari ancaman musuh. Maka amerika melakukan sanksi ekonomi terhadap iran, sebagai upaya menghentikan langkah mereka untuk tidak mengembangkan Nuklir. Negara paman sam tersebut berdalih bahwa perjanjian pembatasan pengembangan nuklir telah disepakati namun pemerintah iran tetap memproduksi nuklir.

Selain dari Arab Saudi Negara ditimur tengah Iran salah satu kekuatan yang dihitung oleh Amerika untuk diwaspadai, karena mereka mampu mengancam pertahanan Amerika dengan kemampuan Alutsistanya. Beberapa kali Amerika menggunakan berbagai macam dalih untuk menghambat pasokan nuklir bahkan menghentikan sama sekali pengembangannya. Namun negeri para Mullah tersebut tetap berkomitmen melanjutkan pembuatan Nuklir sebagai alat perdamaian dan pertahanan.

Beda Pendapat Soal Suriah

Negara Islam Irak dan Suryah (ISIS) sangat populer dalam dua tahun terakhir, gerakan sempalan Islam yang didirikan oleh Abu Bakar Al-Baghdadi dan dibaiat sebagai pemimpin [khalifah]. Khalifah merupakan sebutan pemimpin umat Islam yang menaungi seluruh negeri Islam. Seperti disebutkan dalam kitab suci bahwa manusia diturunkan dibumi sebagai khalifah bagi alam semesta, menciptakan kedamaian dan ketentraman di kerajaan bumi. Akan tetapi proses penunjukan khalifah cukup beragam pendapat yang muncul, sehingga melahirkan perdebatan yang amat alot mulai dari pasca meninggal Rasulullah SAW hingga sekarang. Ditengah kontroversi tersebut beberapa organisasi yang mengatas namakan islam justru bergerak lebih cepat, selangkah lebih cepat dari yang lain. dengan menunjuk sendiri khalifah dibawah naungan daulah khilafah, namun dilain sisi banyak penolakan yang justru datang dari Umat Islam itu sendiri karna mereka menganggap terlalu menggampangkan pengangkatan Khalifah. Perbedaan pandangan ini bukan hal baru dan trendy, namun sudah terjadi sejak awal.

Ada juga yang beraggapan bahwa ini adalah kebangkitan Islam diseluruh dunia. Negara-negara Islam yang tergabung dalam organisasi Uni Emirat Arab tidak mampu saling bahu menbahu melawan musuh bersama (Common Sense), dimana pihak Israel telah melakukan genosida kemanusiaan terhadap Palestina. Dunia Islam hanya bisa terdiam seribu bahasa ketika menyaksikan kebrutalan Israel, membombardil ditempat tinggal warga sipil yang tak bersalah. Sehingga dukungan terhadap pembentukan Negara Islam Irak dan Suryah cukup banyak dikalangan Islam yang merasa bahwa Negara Islam tidak bisa melakukan apa-apa. Bahkan yang paling menyakitkan hati sesama Muslim ketika Mesir menutup perbatasan dan tidak mengijinkan warga Palestina berobat dirumah Sakit dan berlindung dari rudal Israil.

Kekerasan dengan menggunakan nama Islam tak dapat dibenarkan jika dilakukan secara sporadis tanpa menggunakan ushul fikhi perang Islam. Sebab Islam sendiri pada masa-masa kenabian memiliki syarat-syarat tertentu ketika melakukan perang, bahkan warga non-muslim, perempuan, anak-anak dan laki-laki yang tidak mampu mengangkat senjata dll, justru dilindungi. Namun berbeda halnya ketika fenomena Isis mengumandangkan negara islam dan memerangi masyarakat dan pemerintahan secara brutal, tanpa memandang kaidah-kaidah yang di anjurkan islam.

Kalau kita melihat lebih jauh organisasi tersebut melalui proses pendanaan biaya perang (latihan militer, amunisi, logistik, money, kendaraan perang dll). Sangat luar biasa pesatnya, sehingga mengalahkan anggaran yang digunakan seperti organisasi seperti Alqaidah, fattah, hizbullah, hamas dll. Kitapun tertegun dengan kemajuan demi kemajuan yang dapat mereka lakukan setiap hari, dengan menguasai dan memukul mundur tentara resmi. Ternyata ISIS mendapatkan pasokan dan pendanaan dari negara Amerika Serikat, lihat saja peralatan yang mereka gunakan, peralatan tersebut made ini Amerika dan inggris.

Menurut hemat penulis disinilah peran Amerika untuk menjadi Negara yang bisa menyulutkan kobaran api yang di tiupkan oleh kelompok teroris. Amerika pasca runtuhnya gedung WTC di New York menegeskan dirinya sebagai Negara yang memberantas kelompok teroris internasional. sehingga tentara mereka tersebar luas di negeri arab dan mendirikan pangkalan militer. Amerika punya kepentingan nasional untuk menempatkan militernya, bukan saja menumpas para teroris melainkan mereka mengincar sumber minyak sebagai kebutuhan utama industri dinegaranya.

Kemunculan ISIS banyak pengamat dan bahkan orang berpengaruhi di Amerika mantan mentri luar negri Hilarry Clinton mengatakan bahwa ISIS adalah bentukan dari USA, untuk tetap merawat eskalasi konflik. Sehingga mereka mudah menyebarkan militer mereka diberbagai Negara. Begitupun Snowden mantan pekerja di NASA yang mengatakan hal yang sama pula. Ditimur tengah memang sengaja diciptakan konflik supaya amerika memiliki dalih untuk masuk ke Negara tersebut dan lama kelamaan melakukan invansi secara militer dan politik. Tentunya untuk menguasai pangkalan minyak yang kaya raya tersebut.

Namun yang menjadi tantangan bagi Amerika di timur tengah adalah kemunculan iran sebagai kekuatan penyeimbang. Poros kekuatan dunia tidak berpusat pada USA dan Rusia, melainkan Iran dengan cepat menjadi Negara yang disegani. Secara geopolitik ameriak punya kepentingan untuk menundukan iran agar kepentingan mereka tidka dihambat oleh iran. Beberapa kali iran mengancam USA dengan rudal-rudal jelajahnya, dan USA merasa perlu untuk mempertimbangkan ancaman tersebut. Artinya bisa kita baca bahwa Iran punya kemampuan untuk menghancurkan negri paman sam tersebut. Ketegangan sering kali muncul antara USA dan Iran mulai ari persoalan sanksi ekonomi yang diklaim bahwa Iran tengah mengembangankan Nuklir, perseteruan soal proses penyelesaian konflik Suriah dan Irak.

Menurut hemat penulis jika Amerika tidak mampu menundukkan negri para Mullah tersebut, maka akan menjadi serius bagi Amerika dalam mempertahankan kepentingan nasionalnya di timur tengah. Walau Amerika punya hubungan yang dekat dengan kerajaan Saudi, namun secara kekuatan perang Iran lebih maju dalam pengembangan bidang militer.

Begini ngawurnya kalau nulis kaga pake data dan referensi hehehe.

 

 

PERILAKU DAN ETIKA ANGGOTA DPR


imagesj

Nama   : Ruslan

Gagasan mengenai trias politica pertama kali di perkenalkan oleh tokoh berkebangsaan prancis montesqiau yang menginginkan adanya pemisahan kekuasaan dalam lembaga negara secara radikal (separatioan of power). Dimana lembaga negara tersebut terdiri dari legislatif yang akan membuat undang-undang, eksekutif sebagai lembaga operasional yang menjalankan aturan tersebut dan yudikatif sebagai lembaga pengawasn terhadap kedua lembaga negara eksekutif dan legislatif. Dimana pada masa kehidupan montesqiaua kekuasaan eksekutif tidak memiliki batasan yang jelas sehingga ada anggapan yang menyatakan negara sama dengan dirinnya. Disini hukum tidak mempunyai kekuatan untuk membatasi, dan apapun yang menjadi ucapan dari pemimpin/raja bisa menjadi hukum. Gagasan montesqiau ini di ilhami oleh pemikiran tokoh jhon lock berkebangsaan inggris dia membagi kedalam tiga lembaga yang pertama eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Indonesia menggunakan gagasan montesqiau secara tidak konsisten kerena kita tidak mengenal adanya pemisahan secara tegas, akan tetapi indonesia membagi kekuasaan (distribusi of power) karena antara eksekutif dan legislatif memiliki wewenang untuk merancang undang-undang. Ketiga lembaga negara ini memiliki peran dan fungsi yang berbeda walaupun disisi lain ada kesamaan. Di dalam penulisan ini penulis hanya menyoroti satu dari ketiga lembaga yaitu lembaga legislatif atau dewan perwakilan rakyat dalam perilaku dan etika.

Dewan perwakilan rakyat adalah lembaga penyalur aspirasi masyarakat terhadap pemerintah. Dimana masyarakat memiliki perwakilan yang akan menyampaikan suaranya, artinya DPR adalah jembatan atau penghubung. Sebagai perwakilan rakyat sudah seharusnya menjalankan misi tersebut, bukan malah sebaliknya melakukan tindakan diluar dari yang di amanahkan. Dasawarsa terakhir ini rakyat di kejutkan oleh perilaku anggota dewan yang terhormat yang menginginkan pembuatan gedung yang baru dengan memakan anggaran negara yang cukup besar di tengah-tengah masyarakat yang di himpit kemiskinan dan kelaparan. Dengan berbagai rasionalisasi yang tak masuk akal DPR melakukan upaya untuk tetap memaksakan kehendak membuat gedung yang baru walaupun di satu sisi rakyat berteriak menolak pembangunan tersebut. Kemudian pada saat rapat pleno dewan kita tercinta ini melakukan hal-hal yang diluar dari kebiasaan dimana mereka pada saat sidang untuk membuat aturan untuk rakyat adanya yang tidur, bolos mengikuti rapat, menonton flem porno di tengah-tengah sidang, menyanyi kayak anak TK dan bahkan sampai hal-hal yang konyol sekalipun melempar botol aqua ke pimpinan sidang waktu memutuskan pilihan yang mana untuk di ambil dalam isu kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Perilaku yang di tampilkan oleh anggota dewan terhormat ini sangat jauh dari etika dan profesionalisme anggota, seharusnya mereka yang telah di amanahkan tugas dan tanggung jawab untuk menjawab semua kebutuhan dan tuntutan rakyat yang ingin memperbaiki nasib mereka, dimana kemiskinan menjadi hal yang sangat substansial untuk di selesaikan akan tetapi yang di tunjukan oleh mereka hanyalah parade konyol ketidak senonohan dan vulgaritas kehidupan yang serba wah dan menggoda. Sudah berapa banyak anggota dewan yang terlibat dalam skandal korupsi dan perbuatan tindakan asusila dan tidak banyak mereka juga menjalani hidup sebagai tahanan negara (penjara) karena perilaku menyimpang.

Apalagi yang bisa kita harapkan kepada dewan kita dewan terhormat yang notabene mewakili suara rakyat, malah melakukan penekanan tehadap rakyat dengan melegalkan undang-undang yang tidak pro terhadap rakyat. Sebagai wakil rakyat yang duduk di kursi yang empuk dengan hawa ruangan yang dingin di kelilingi oleh pendingin ruangan serta gaji yang cukup menggiurkan beserta tunjangan-tunjangan lainnya. Sebernanya dengan fasilitas yang sudah diberikan seperti itu seharusnya mereka para wakil rakyat bekerja secara maksimal yang menghasilkan keputusan yang memihak terhadap masyarakat, akan tetap semua itu sangat jauh dari panggang api. Mereka lihai dalam memanfaatkan kesempatan, pada saat reses para wakil menggunakannya untuk berkunjung ke beberapa negara dengan dalil untuk belajar etika, hukum, sperbandingan sistem dan lain-lain yang tak masuk akan, mereka melegitimasi dengan menggunakan koalisi yang nantinya akan mendukung program tersebut. Dan yang menjadi sesuatu yang aneh dan tak masuk akal yaitu mereka membawa beserta keluarganya untuk mengujungi negara yang di tuju dengan menggunakan anggaran negara atau lebih tepatnya uang dari rakyat yang di kumpulkan melalui pajak.

Perilaku seperti ini banyak yang di tampilkan oleh anggota dewan yaitu perilaku yang tidak memberikan pembelajaran secara eedukatif maupun ssecara moral. Seharusnya mereka yang di jadikan sebagai publik figur bisa menjadi contoh dan tauladan bagi masyarakat di tengah-tengah dekadensi kepercayaan yang semakin merosot, akan tetapi tidak bagi DPR. Penulis sendiri melihat mengapa kemudian perilaku dan etika anggota dewan rakyat seperti yanag kita lihat dan rasakan hari ini, menurut pribadi penulis ini di sebabkan oleh pengrekrutan kader partai yang memiliki kepentingan politik yang cukup besar sehingga partai mencari sosok calon anggota yang mampu dan dapat untuk meningkatkan kuantitas kader. Dan ini di buktikan dengan membludaknya anggota dewan yang datang dari golongan artis, pengusaha, preman dan hartawan yang pada substansialnya mereka tidak paham dan profesiaonalisme dalam bidangnya, contohnya pengusaha di masukan ke dalam komisi banggar, preman di masukan dalam komisi hukum dan lain-lain.

 

Kontestasi politik


pengertian-komunikasi-politik.jpg

Oleh: Ruslan

Berbicara tentang politik memang cukup menarik, walau kadang membuat dahi kita berkerut karena mendengarkan hal-hal aneh. Aneh,,,, wah kok politik di anggap aneh, maksudnya apa? Kelihatan aneh saja kalau ternyata banyak orang yang gemar berpolitik namun sering pula dikecewain. Politik kalau di ibaratkan dengan benda maka saya mengibaratkanya dengan “bola”. Bayangkan dalam permainan sepak bola, disediakan lapangan luas lengkap dengan fasilitasnya, bahkan stadionnya memuat ribuan manusia untuk menyaksikan permainan satu ini. Dari masing-masing team terdiri dari sebelas pemain plus tiga cadangan, mereka sepanjang Sembilan puluh menit merebut bola satu sama lain dan menunjukan atraksi bola yang membuat mata penonton tak berkedip-kedip. Satu bola diperebutkan oleh banyak orang serta mata penonton tak beranjak dari bola mini. Ditendang sana di oper sini hingga mengkalkulasi gol digawang lawan hingga menjadi campiun lapangan.

Mungkin politik ibaratnya permainan sepak bola di perebutkan orang banyak namun yang menang tetap satu team. rasa Kecewa, sedih, bahagia, terharu dan sederetan perasaan lainnya yang mengitari emosi pemain itulah yang dirasakan orang ketika menjadi pemain. Begitu pula halnya politik, sering di perebutkan banyak orang dengan kontestasi pemilu yang semarak. Namun permainan satu ini terbilang eksekutif hanya orang-orang berduit yang bisa menjadi pemain.

Kendati demikian adanya, akan tetapi tak sedikit pula orang yang berani mengaduh nasib lewat permainan ini (politik), walau terkadang orang rela untuk menjual kepercayaan, mengorbankan wibawa, melelang harga diri, melacurkan intelektualnya. Sebagai modal politik tentu sumber daya tersebut harus dipersiapkan dan dimanfaatkan sebisa mungkin, karna itu merupakan tiket menuju kekuasaan. Dijaman edan ini tak satupun orang yang tak ingin menguasai orang lain, sebab jika tidak berkuasa maka akan dikuasai itulah hukum politik. Senada dengan ungkapan seorang filsuf prancis nietchze “will to power/kehendak berkuasa”. Pada dasarnya manusia memiliki kehendak untuk menguasai yang lain walau dengan cara apapun yang ditempuh, bahkan seseorang siap menjadi diktator yang melindas, berdarah dingin membantai ummat manusia dan lain sebagainya. Senada dengan anjuran machiavelli bahwa politik merupakan upaya untuk menghalalkan segala cara, untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan.

Wah kedengarannya cukup aneh dan unik juga ya, meminjam istilah pak sutan batugana DPP Partai Demokrat “ngeri-ngeri sedap”. Istilah apalagi satu ini, kok di kaitkan dengan pak sutan segala dimana nyambungnya ya. Walau tidak nyambung di sambung-sambung aja kali ya, karna dalam politik pun selalu mengait-ngaitkan dengan sesuatu yang lain, Bahkan sering dicari sambungannya (kabel kali di sambung). Kalau anda tidak percaya saya akan ceritakan sedikit, walau cerita ini agak disambung-sambung tapi gak apa-apalah yang penting baca aja. Dan kesimpulannya bisa anda percaya atau tidak terserah, itu bukan urusan gw.

Ada seorang politisi kaya raya, perut buncit, kepala botak dan kikir. ia dari salah satu partai ternama di negri ini. Rencananya dia ingin mencalonkan diri kembali dalam pilcaleg bulan april nanti, sebagai incumbent ia sudah banyak mempersiapkan segala sesuatu termasuk ongkos politik yang jumlahnya bejubel. Sebagai anggota DPR tentunya dia menikmati fasilitas Negara seperti mobil, rumah, gaji, tunjangan bonus dll. Dengan fasilitas tersebut sang anggota dewan memiliki gaya hidup baru, hidup alay kayak anak mudah malas hidup mati tak mau. Kemana-mana selalu didampingi oleh istrinya yang cantik sambil mengendarai mobil mercy, stelan baju mahal pun tak luput ia pakai.

Bila mengunjungi konstituennya di desa-desa yang jauh dari pusat kota, belum lagi jaraknya yang amat jauh. Dan harus memasuki wilayah hutan yang menghabiskan berjam-jam lamanya untuk sampai ke daerah tujuan, jalan yang berlubang menjadi pemandangan disepanjang perjalanan. Ya tepatnya jalan yang selama puluhan tahun tak pernah disentuh itu menjadi bertambah rusak ketika hujan deras datang dan menggenangi seluruh badan jalan. Keadaan dalam mobil seperti di hantam gempa bumi berkekuatan 5,1 skala licter, menggoncang seluruh isi mobil.

Namun karna tekad sang dewan untuk duduk kembali di kursi legislatif sangat kuat, walau harus mendatangi rumah penduduk yang cukup jauh. Akan tetapi ia tetap bersikeras untuk mendatangi warga tersebut walau bersusah payah untuk sampai kesana. kata yang tepat bagi perjuangan sang calon ini, mungkin ada dalam liriknya bang rhoma irama “Berakit-rakit ke hulu berenang ketepian” susah-susah dahulu baru senang kemudian.

Aneh memang selama ia duduk di parlemen bisa dihitung berapa kali ia mendatangi konstituennya dan menyampaikan aspirasi warga. Kira-kira ia datang setelah menjadi anggota dewan hanya satu kali dan itupun hanya datang untuk meresmikan pertandingan sepak bola antar desa. Pada saat pertama kali ia datang sebagai calon anggota dewan, dia memberikan berbagai bantuan seperti bahan sembako, memperbaiki rumah tak layak huni, membagi-bagikan uang pecahan lima puluh ribu bahkan ada yang mendapatkan seratus ribu dan berbagai macam janjinya termasuk untuk memperbaiki jalan yang rusak, membangkitkan tenga listrik berbasik tanega surya, membangun waduk untuk pengairan sawah dan mesin traktor. Janji itu bagaikan sihir merasuk dalam otak warga merembes kesemua orang dengan cepat, sehingga banyak warga yang mau pasang badan sebagai martil.

Semua masyarakat senang dengan janji kampanye caleg ini, bahkan memperlakukannya sebagai orang terpandang dan dihormati sebab ia datang bak dewa mengilhami desa ini. Namun setelah kemenangannya di pilcaleg 2009 lalu, ia pergi dengan janjinya tanpa memperdulikan nasib konstituennya.

Dari penggelan cerita pendek diatas dapat kita tarik benang merahnya, bahwa elit politik memanfaatkan sumber daya yang ada untuk memenuhi hasrat politiknya walau penduduk desa menjadi korban. Kekuasaan memang cukup seksi diperebutkan para elit politik. Hingga tak jarang kita saksikan di media sosial (TV) mereka secara vulgar memperlihatkan hasratnya.

Pada dasarnya politik adalah usaha untuk menciptkan masyarakat sejahterah, seperti yang dikatakan seorang tokoh klasik abad yunani Aristoteles “political zoon” (binatang politik). Aristoteles telah merumuskan satu pondasi dasar tentang etika politik santun di abad ke-450 SM. Namun amat berbeda ketika manusia telah menemukan teknologi dan kemajuan (peradaban), pasca revolusi industry di inggris eropa telah menjadi satu kekuatan yang mampu menandingi kemajuan islam di masa kejayaan khalifa. Revolusi industry telah mendorong eropa mengembangkan berbagai macam ilmu pengetahuan khususnya teknologi, setelah ditemukan mesin uap, mesin ketik dan kapal. Mereka melakukan ekspansi secara besar-besaran untuk mengkolonialisasi Negara-negara terbelakang dunia ketiga.

Di abad ke-20 lahirlah pemikir jenius dari kalangan aristokrat menengah di italia, dialah pemikir tersohor sepanjang abad, dicaci maki sebab ia menganjurkan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan. Nicolo Machiavelli sang pemikir terkemuka itulah namanya, dalam surat yang ia tujukan kepada mediccin penguasa Florence berisi nasehat-nasehat agar mendapatkan perhatian dari raja. Buku yang terkenal ia tulis adalah il princes (sang pangeran), namun ia di anggap sebagai orang yang tidak memperhatikan aspek moral dalam politik dan di cap hitam. Akan tetapi bagi penulis sendiri melihat secara obyektif usaha-usaha yang dilakukan oleh Machiavelli untuk mempertahankan negaranya dari musuh sangatlah wajar, apalagi italia pada saat itu mengalami krisis politik. Sehingga ia menjelaskan politik berdasarkan pengelamanya selama menjadi pejabat Negara urusan luar negri. Anjuran dalam il princes juga mendapat sambutan yang cukup baik bagi kalangan selanjutnya

Maka tak heran kalau kita berbicara politik banyak mengadung anomali disana sini, sebab praktek tersebut sudah dilakukan oleh para pendahulu kita. Misal saja dalam pemilihan kepala daerah (pilkada), selalu saja terjadi sengketa antar kandidat dan hampir semua diselesaikan di mahkama konstitusi (MK).

Kembalikan tanah petani


imagesjmOleh: bung rulan
 
Jual saja negeri ini. Negeri kaya di hinggapi hipokrit, kerjaannya mencari pelanggan untuk melelang barang dagangnya. Untuk apa memiliki banyak kekayaan kalau justru membuat kita semakin miskin dan tertindas. Amanat undang-undang tertera dengan jelas dalam pasal bahwa yang menyangkut hidup rakyat banyak tidak boleh dikuasai asing. Kekayaan yang terkandung dalam tanah harus kita sendiri mengolahnya. Tapi apa boleh buat bila itu menjadi bencana. Dari pada ribut-ribut lebih baik di jual saja.
Tanah subur kalau di Tanami batu pasti tumbuh, saking suburnya tanah milik kita. Awalnya rakyat di suruh kerja jangan malas-malasan. Setelah rakyat bekerja sebagai petani tentunya menanam padi, kedelai, jagung dan sebagainya. Setelah rakyat bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, kalian datang untuk mengambil paksa tanah kami. Mengambil dari tangan pak tani yang kalian suruh kerja karna di anggap pemalas dan bodoh. Kalau tanah kami di ambil lalu kami harus menanam di mana, karena hanya di tanah lah kami bisa bercocok tanam.
Kalian robohkan rumah kami yang di atapi jerami menggantikan dengan gedung menculang tinggi. Berdirilah perusahaan besar dengan konstruksi bangunan megah, saking megahnya sulit rasanya menjelaskan dengan baik karna rumah kami hanya terdiri dari batu bata dan rotan saja. Kami tolak kesewenangan kalian mengambil secara paksa tanah milik nenek moyang. Dimana Negara yang harus melindungi rakyatnya sendiri dari kesewenang-wenangan para perusahaan. Tapi menunggu Negara datang untuk membela rakyat layaknya superman bak menunggu hujan salju di Negara khatulistiwa. Sungguh tidak mungkin terjadi, karena Negara sudah menjadi kaki tangan kapitalisme global. Negara siap memproteksi kepentingan asing asung di negeri kita dan tidak segan-segan menembaki secara membabi buta kepada rakyatnya sendiri yagn tidak mempunyai senjata seperti mereka. Polisi dan militer membrondongi rakyat dengan peluru karet dan timah panas, negri aneh dihuni para bedebah.
 

Meneropong Konflik Timur Tengah Antara Kepentingan Dan Ideologi


Konfliksuriah1

Oleh. rulan bebas merdeka[1]

Berbicara tentang timur tengah tidak bisa terlepas dari konflik yang berkepanjangan dan negeri yang pernah hidup para nabi ini hanya menjadi bulan-bulanan saja. Dimana dalam negara ini memiliki cadangan minyak dunia yang sangat besar sekali, islam garis keras, wilayah yang tandus. Negeri 1001 malam ini memiliki ceritera yang amat banyak dan imajinasi tinggi, ini di karenakan orang-orang arab menyukai cerita misalnya saja cerita abu nawas yang cerdik penuh dengah canda tawa, cerita tentang lampu ajaib alauddin, pelaut albab dan masih banyak cerita lainnya.

Perlu kita berikan batasan atau definisi yang jelas mengenai timur tengah, karena beberapa ahli politik internasional belum menyepakati nama tentang timur tengah. Walaupun kita sekarang sudah menggunakan kata timur tengah sebagai kata penunjuk untuk negara-negara yang berada di timur seperti arab, irak, iran, mesir, suriah dll. Negara-negara ini disebut-sebut sebagai negara yang berada di timur tengah. Sebelum kata timur tengah menjadi santer dan bahan kosumsi bagi masyarakat dunia dalam penyebutan negara tersebut, pada awalnya para ilmuwan politik masih menamainya dengan kata “timur dekat (near east)” orang-orang inggris masih menggunakan kata timur dekat untuk menunjukan kata timur tengah sekarang ini. Pasca perang dunia ke II selesai negara-negara tersebut resmi di namai menjadi timur tengah oleh inggris dan amerika yang menjadikan sebagai negara penyokong kebutuhan inggris dan amerika yang berperang di teluk. Artinya timur tengah hanya dijadikan sebagai dapur untuk mengambil kekayaan dan membantu biaya selama perang berlangsung. Sebutan timur tengah bagi negara–negara yang berada di dataran arab tidak lain melainkan sebuah distorsi yang hegemonik, sementara barat selalu di identikan dengan eropa. Sebuah sebutan superioritas bagi bangsa yang memiliki peradaban modern.

Perlu kita ketahui bersama sebelum terjadi kekeliruan yang fatal dan membawa fitnah dan dosa bagi generasi setelah ini. Karena keotentikan dan kevaliditas sebuah data dalam rangka untuk menganalisa persoalan timur tengah tidaklah segampang yang kita kira, dikarenakan timur tengah mengalami perubahan yang sangat cepat baik secara politik, ideologi, ekkonomi dan lain-lain. Dimana timur tengah menjadi lahan konflik berkepanjangan, sehingga membutuhkan data yang benar-benar segar dan baru, sehingga dalam kajiannya tidak ketinggalan waktu.

Dalam beberapa waktu terakhir ini konflik yang terjadi di timur tengah mengalami tensi yang begitu tinggi, karena peperangan, pembunuhan dan pembomam berserakah dimana-mana. Dan itu menyiratkan bahwa cerita tentang timur tengah belumlah usai. Masih teringat dalam benak kita peperangan meletus antara masyarakat sipil dengan pihak pemerintahan kadafi di libya yang menghilangkan ribuan nyawa dari warga sipil maupun militer, gedung-gedung yang menculang tinggi ke angkasa ambruk berantakan diterjam granat. Masyarakat oposisi yang menentang kekuasaan otoriter muhammad khadafi tumpah riah dijalan-jalan dengan memegang senjata di kedua tangannya dan siap jihad untuk kemerdekaan dari penindasan dan kekuasaan yang semena-mena. Mereka berkumpul dan mengorganisir kelompok tersebut dengan kekuatan militer yang mendukung oposisi dan melakukan gencatan senjata di beberapa kota libya. Sementara di sisi pemerintahan khadafi bersikukuh untuk mempertahankan kekuasaannya walaupun masyarakat sudah tidak menghendakinya lagi menjadi seorang presiden seumur hidupnya. Dengan dibantu kekuatan militer baik angkatan darat maupun udara membombardir dengan peluru.

[1] Seorang mahasiswa yang menempuh pendidikan strata satu di univesitas islam negeri alauddin makassar, dengan jurusan ilmu politik semester III.

tulisan lama waktu semester III

Patronase: Mengungkung Kebebasan Berpikir


20150611_174649Oleh: bung rulan

Dewasa ini Islam sedang mengalami banyak persoalan dan tantangan, dimana perlu segera mencarikan langkah cepat untuk di tangani. Sebagai sebuah agama, Islam tidak hanya boleh sampai pada ritus-ritus keagamaan dan ritualitas ibadat. Persoalan tersebut hanya menyangkut individu personal seorang, tapi bagaimana kemudian Islam menyentuh persoalan kongkret yang dihadapi masyarakat. Tidak seperti kalangan yang menganggap dirinya punya otoritas sahih untuk memberikan sebuah putusan, dalam tradisi jawa dikenal dengan budaya patron klien (Patron Client). Cukup dengan satu orang yang berpikir yang lainnya mengikuti saja tanpa mempertanyakan secara kritis, mengapa harus mengikuti orang tersebut. Biasanya orang ini dikenal sebagai ahli agama atau para ulama, mereka tidak hanya saja mengurusi persoalan etika, moral, akhlakul karimah dll, melainkan mereka juga terlibat dalam urusan politik sesaat. Saya ingin mengambil contoh tokoh sentral di kalangan Nahdiliyin NU yaitu Abdurrahman Wahid (biasa di panggil dengan nama-Gusdur). Gusdur merupakan sosok utama di partai PKB dan memiliki pengaruh yang sangat luas dimasyarakat. Pengaruh sosok Gusdur di mata masyarakat tidak saja menjadikannya sebagai seorang Kyiai besar, melainkan masyarakat mengkultuskan Gusdur. Seolah apapun yang dilakukannya tidak pernah salah karna akan dibela habis-habisan oleh para pendukungnya dari PKB, GP Ansor dll a man can do wrong. Contoh dari Gusdur sangat memudahkan kita untuk mengetahui lebih jauh tentang budaya patron klien, dimana mayoritas mengikuti satu orang.

Umat Islam hari ini tidak membutuhkan budaya panutan yang tidak memberikan keleluasan kepada umat untuk berpikir kritis dan inovatif. Cara berpikir bertumpu pada satu orang, akan menciptakan rasa malas dari umat. Mereka seharusnya tidak dikungkung dengan karismatik tokoh, melainkan memberikan ruang bagi mereka untuk berpikir secara bebas dan reflektif. Agar bisa menentukan sendiri langkah apa yang harus dilakukan kedepannya, sehingga umat tidak lagi berada dalam kondisi statis atau dalam pengertian berdiri di tempat. Artinya umat tidak akan maju dan fleksibel terhadap perubahan sosial di era jaman post modern. Tuntutan jaman yang mengharuskan masyarakat untuk cepat beradaptasi dengan kemajuan dari serbuan budaya, neoliberalisme, globalisasi dll. Teknologi sudah merambah pada sendi-sendi kehidupan masyarakat, mulai dari elektronik, otomotif sampai pada peralatan rumah tangga sudah sebagian besar telah digantikan dengan mesin dan robot. Perusahaan multynasional memproduksi secara besar-besaran mesin untuk di distribusikan keberbagai kota dan kabupaten. Tentu disini nilai bisnis dan pasar sangat terlihat sekali oleh karena negara kita dijadikan sebagai konsumen bagi barang-barang luar negeri.

Apalagi sekarang Indonesia masuk pada masyarakat ekonomi Asean (MEA) terhitung tahun baru 2016. Integrasi ekonomi global sudah pasti dilakukan sebagai konsekuensi dari keberadaan negara dalam sebuah komunitas besar seperti MEA. Bila demikian yang terjadih, lalu, apakah umat Islam sekarang sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk menghadapinya, karena bagaimanapun ini menjadi tantangan berat untuk dihadapi saat ini. Bila sebagian umat masih menyandarkan pada satu orang sebagai tokoh karismatik yang akan menentukan apakah ini boleh atau tidak boleh dilakukan, maka kita akan menjadi penonton sekaligus yang merasakan dampak negatifnya.

Masyarkat Islam dituntut bisa mengambil pelajaran lebih banyak dari pengalaman-pengalaman negara welfare state (negara kesejahteraan) menciptakan sebuah kondisi kebangsaan yang dapat menjamin baik pendidikan, kesehatan, ekonomi, pertahanan dan keamanan Negara dll. Agar di kemudian hari tida hanya sekedar memberikan solusi subjektif dimana gaungan kembali ke Al-Quran dan Hadist menjadi pekikan mayoriti. Simbolitas Islam ingin diwujudkan, karena dengan demikian Islam bisa bangkit kembali sebagai negara yang besar dan berkeadilan. Mereka ingin mendirikan negara Islam (dawulah islamiyah), hukum-hukum yang berdasar pada syariat Islam. Kelompok tersebut meyakini bahwa hanya dengan cara demikian Islam bisa kembali berjaya seperti di masa Rasulllah ketika memimpin madinah. Padahal jikalau mau ditelusuri lebih jauh bahwa perjanjian madinah merupakan kontrak sosial antara beberapa agama dan kepercayaan yang sepakat untuk hidup berdampingan. Menunjuk rasulullah sebagai pemimpinnya. Artinya bila kelompok Islam fundamental yang mengklaim bahwa negara madina merupakan representasi negara islam, yang dipimpin oleh nabi muhammad. Klaiman seperti itu merupakan ahistori terhadap sejarah, sebab nabi tidak mendirikan negara islam. Melainkan sebuah negara yang mengakomodasi berbagai macam kepercayaan didalamnya, dibawah perjanjian madinah.

Kita harus tinggalkan simbolisasi Islam yang membenarkan pendirian negara Islam, menuju penciptaan negara persemakmuran dibawah sistem demokrasi. Kita harus berhenti mencurigai barat yang memproduksi sistem demokrasi sebagai sistem kafir, tidak islami atau apapun sebutan lainnya. Sebab, bila demikian yang terjadi maka tenaga umat terkuras hanya mempersoalkan boleh atau tidak. Artinya perdebatan tersebut tidak produktif dan tidak menghasilkan apa-apa kecuali tenaga yang terkuras. Menurut kuntowijoyo sesuatu yang objektif tidak perlu di islamisasikan agar umat dapat menjalankan syariat Islam secara kaffah. Melainkan sesuatu yang objektif harus diterima, sebab dalam Islam mengakui adanya objektifisme. Demokrasi mengandung nilai-nilai universal didalamnya, seperti keadilan, kesamaan, kebebasan berekspresi (dalam batasan hukum), dan sebagainya. Nilai-nilai tersebut juga dimiliki oleh islam begitupun juga dengan agama lainnya. Sehingga kita tidak lagi memperdebatkannya terlalu panjang. Lalu kunto memberi penegasan bahwa kita hanya membutuhkan objektifikasi saja terhadap sistem demokrasi, pancasila, NKRI, bhineka tunggal ika. Dan meninggalkan islamisasi terhadap sistem yang tidak islam.

Sehingga demikian tidak saja orang muslim saja yang ikut terlibat merasakan hasil melainkan orang non-muslim merasakan hal yang sama sebagai kita merasakannya. Nilai-nilai universal yang terkandung masing-masing agama di Indonesia itu kemudian dapat menjadi objektif di agama manapun. Misalnya nilai keadilan, kemanusiaan, demokratis, dan negara menjamin kehidupan warga negaranya. Semua agama mengandung muatan universal tersebut sehingga tidak ada lagi klaim kebenaran yang sepihak. Seperti dominasi mayoritas atas minoritas lainnya yang justru menciptakan disentegrasi masyarakat, menyulut api konflik berkepanjangan.

Negara demokrasi yang di anut dari sistem politik barat tidaklah dapat di sebutkan salah, karena tidak ada dalil dalam Al-Quran yang menjelaskan bahwa Islam mengenal sistem demokrasi. Dalam Islam dikenal sistem syurah (musyawarah) untuk mengambil keputusan. Biasanya dipakai memilih pemimpin negara atau ketua dalam lembaga tertentu. Sistem tersebut memiliki kesamaan dalam format dan substansinya dengan demokrasi. Walau tidak dapat di nafikan bahwa terdapat perbedaan yang sering salah di mengerti, oleh sebagian besar ormas Islam. Namun demokrasi adalah objektifikasi dari Islam.

Tantangan Cendekiawan Muslim Indonesia

Umat islam tidak lagi mengungkung cara berpikir dikotomis yang melahirkan halal haram, syiah sunni dll. Pendikotonomian seperti itu dapat menyebabkan perpecahan antar umat beragama, yang berujung semakin melebarnya jurang-jurang permusuhan. Para ulama, fukaha dan pemikir islam di masa awal telah menghabiskan tenaganya dalam pergulatan pemikiran dikotomis, akan tetapi di jaman yang modern kita harus lebih cerdas melihat persoalan dan tantangan yang dihadapi kedepannya.

Pasca masyarakat pra-modern, manusia sudah jauh menemukan tonggak-tonggak peradaban melalui penemuan-penemun dibidang sains. Penelitian (riset) di berbagai perguruan tinggi dan lembaga swadaya masyarakat (LSM), telah lama di lakukan sehingga mereka menemukan berbagai macam disipline ilmu dan teknologi. Ini membuktikan barat melangkah lebih jauh bila dibandingkan dengan sebagian besar negara-negara muslim lainnya. Yang cenderung masih tertinggal dan miskin di negara dunia ketiga. Kita memang perlu mengapresiasi kemajuan barat diberbagai bidang ilmu pengetahuan, karena disanalah muncul para pemikir besar yang mempengaruhi para cendekiawan di Timur Tengah, Asia dan termasuk Indonesia. Kesadaran akan untuk melahirkan ilmu sosial yang lahir dari rahim lokalitas Nusantara atau dalam sebutan sosiologi Indegenousis ilmu-ilmu sosial. Teori-teori barat hampir merambat disemua universitas baik yang menegaskan dirinya sebagai kampus Islam seperti UIN maupun kampus non Islam lainnya. Dominasi tersebut mengimplikasikan bahwa kita tiak memiliki ilmu sosial yang lahir dari semangat lokal tadi, melainkan teori barat berselancar seperti sungai-sungai pengetahuan yang membentang dari hulu sampai ke hilir.

Disadari atau tidak ini juga merupakan bagian dari imperialisme barat terhadap dunia pendidikan. Namun kita merasa seolah tidak dijajah karena keterjajahan tersebut sangat kita nikmati selama ini. Di universitas para mahasiswa dari ilmu sosial sangat mengenal baik dengan pemikiran sosologi karl Marx, yang menjadi inspirasi gerakan kiri seluruh dunia untuk menumbangkan kekuasaan yang disokong oleh kapitalisme. Suatu buku yang ditulis marx Das Kapital yang menjadi “Magnum Opusnya” Marx berusaha menelanjangi sistem kapitalisme dengan kritik ekonomi. Gagasannya menginspirasi pemikir selanjutnya yang mengembangkan lebih lanjut ilmu sosial. Kemudian muncul juga Agust Comte yang memperkenalkan teori Evolusioner yaitu hukum tiga tahap perkembangan sejarah. Selanjutnya Max Weber, Emil Durkheim dan Herber Spencer. Hampir semua terbitan buku yang ditulis oleh cendekiawan Indonesia selalu merujuk pada tokoh di atas sebagai landasan grand teory untuk menjelaskan fenomena dan persoalan yang terjadi.

Namun walau demikian sangat minimnya cendekiawan muslim yang lahir sebagai pemikir, yang mengkonstruksi ilmu sosial menjadi ilmu yang bebas dari pengaruh barat. Akan tetapi tidak sedikit pula cendekiawan yang justru melahirkan gagasan-gagasan baru. Sebut saja ada Moelim Abdurrahman dengan teologi transformatinya, Kuntowijoyo dengan ilmu sosial profetik, gusdur pribumisasi islam, Cak Nur islam keindonesiaan dan kemodernan dll. Akan tetapi kita tidak boleh Berpuas diri, melainkan tetap terus menggali ilmu, sehingga kedepan kita akan mandiri secara ilmu pengetahuan.

Walahu Alam Bisowad

Samata, Gowa 5/01/16

Bakat Tidak Menentukan Menjadi Penulis


imagesng.jpgoleh: bung rulan

Kali ini saya ingin berbagi pengalaman kepada teman-teman, agar kemampuan tulisan anda dapat segera melejit. Seperti halnya penulis-penulis hebat lainnya, yang sudah beberapa kali menerbitkan tulisannya melalui buku dan novel. Pasti dalam hati anda ingin seperti mereka atau paling tidak mendekati kesuksesan orang tersebut. Karena pada dasarnya tidak ada satupun orang yang tidak ingin menjadi sukses, kesuksesan tidak didapat hanya duduk berpangku tangan saja melainkan ia harus berkerja dan memotivasi diri. Apa yang anda lihat sekarang orang-orang disekitar anda telah berhasil, itu bukan sebab tapi ia akibat. Maksud saya,,, bahwa keberhasilan bukan proses melainkan hasil. Seseorang yang anda lihat sekarang yang telah berhasil, ia telah melakukan banyak hal untuk sampai pada posisinya sekarang. Memang tidaklah mudah sih menggapai puncak tertinggi, tetapi itu bukan suatu hal yang tidak mungkin dilakukan. Asal anda punya prinsip untuk mencapainya, walau banyak tantangan menghadapi tetapi anda tetap berada pada prinsip awal anda yaitu mencapai puncak tertinggi karir anda.

Menjadi seorang penulis atau apapun yang anda inginkan bukan terletak pada bakat yang anda miliki. Anggapan seperti ini sudah mewabah di negri kita, anda tidak akan didukung dalam bidang tertentu jika anda tidak punya bakat dalam hal tersebut. Dan mereka cenderung mendukung jika anda punya potensi untuk bisa melakukannya. Hal demikian bukan hanya anda saja yang mengalaminya, tapi ada banyak orang yang merasakan hal yang sama seperti anda. Tapi anda jangan khawatir dan merasa minder bila sama sekali tidak punya bakat dalam bidang tertentu. Suatu pekerjaan yang membutuhkan soft skill untuk mengerjakannya, kita sama sekali tidak membutuhkan anda harus lahir dari keturunan yang punya banyak bakat sejak lahir.

Bakat adalah kemampuan tertentu yang dimiliki seseorang untuk menciptakan hasil karya dan rasa. Namun biasanya bakat tersebut masih tersimpan rapi dalam diri kita sebagai potensi. Dan potensi itu tidak mungkin anda bisa melihatnya bila tidak dilakukan eksperimen atau membiasakan diri untuk bertindak mengikuti kecenderungan bakat anda. Namun dalam menulis anda tidak perlu membutuhkan bakat khusus untuk menjadi penulis. Karna dalam islam seorang bayi lahir tidak memiliki pengatahuan apapun kecuali pendengaran dan hati untuk ia bersyukur. Begitupun yang dikatakan oleh seorang filsuf Inggris Jhon Lock, bahwa seorang bayi seperti tabula rasa (kertas putih), bayi tidak mengetahui apa-apa kecuali ketika ia sudah berinteraksi dengan alam. Barulah bayi tersebut mendapatkan pengetahuan melalui indra dan rasio manusia. Kalau manusia tidak diberikan rasio maka sudah jelas manusia tidak layak menjadi khalifa fil ardy di muka bumi.

Penulis hebat pada awalnya tidak dilahirkan sebagai seorang penulis handal dikemudian hari, atau menjadi seorang polisi yang menegakan aturan. Seperti di awal saya katakan kita terkadang sering melihat seorang itu langsung pada hasilnya, sehingga anda beranggapan bahwa dia lebih baik dan telaten dibandingkan dengan diri sendiri. Padahal sebenarnya kemampuan menulis itu ditempa secara ketat, seperti tukang besi yang menempa besi bulat (belum jadi) untuk dijadikan perkakas dapur maupun perburuhan. Awalnya si tukang besi menempa kasar terlebih dahulu sebelum masuk pada tahap selanjutnya membentuk pola perkakas yang dibutuhkan.

Melalui tulisan ini saya ingin sampaikan bahwa menjadi penulis bukan karena punya bakat, melainkan faktor kebiasaan yang dilakukan secara terus menerus tanpa memperdulikan halangan.

Selamat mencoba

Seri Sekolah Menulis Kreatif# Tidak Ada Teori Menulis


Camera 360
Membaca adalah menjelajahi dunia

Oleh: bung rulan[1]

Banyak yang bertanya pada saya terutama adek-adek tingkat dan teman-teman seangkatan di kampus. Mungkin ini juga faktor yang membuat saya terkenal dikampus kali ya (peace bung hanya becanda jangan bawa serius entar jelek mukanya kayak Justin Bieber), walau sebenarnya dalam diri berharap untuk menjadi orang terkenal sih. Nah kembali ke leptop, hampir semua pertanyaan mereka sama. Kak bagaimana caranya menjadi penulis? apa yang harus saya tulis? bagaimana cara mengatasi jikalau kehabisan ide? dan seterusnya. Seharian saya sibuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari juniorku tentang dunia kepenulisan. Walau demikian ada perasaan bangga bila melihat rona mereka yang senyum lirih ketika telah mendapatkan jawabannya. Saya memang tidak memasang tarif untuk mengajari mereka bisa menulis, seperti jasa pelatihan menulis lainnya yang terdapat di lembaga-lembaga maupun di media online. Harga yang mereka tawarkan terbilang mahal untuk ukuran mahasiswa kere seperti saya ini, lah untuk makan setiap hari saja masih bergantung pada uang kiriman. Akan tetapi yang ingin saya lihat adalah mereka bisa menulis sesuai dengan keinginan mereka, tanpa harus mengeluarkan biaya pelatihan. Saya percaya bahwa bangsa ini akan menemukan jati dirinya sebagai bangsa yang besar bila generasinya memiliki skill untuk mewujudkan cita-cita bangsa. Saya tidak ingin bangsa kita disebut terus menerus sebagai bangsa yang terbelakang, bangsa yang malas dan sebagai bangsa yang bodoh. Mungkin dengan cara saya mengajari mereka untuk menuliskan pengalaman, gagasan dan bagaimana harusnya bangsa ini didesain dengan cara mereka sendiri. Akan dapat memberikan kontribusi ril atas kemajuan bangsa.

Bila berbicara tentang bangsa kita saya selalu terbawa suasana emosi. Karena sebagian kekayaan kita dijual, rakyat ditindas demi memperjuangkan perusahaan asing, para elit sibuk beritikad jahat menjarah negri kita. Akhirnya nada-nada emosi tersebut terakumulasi, lama kelamaan membesar dan menjadi letupan-letupan pemberontakan yang setiap saat bisa saja meledak. Waduh,,, kok semakin melenceng dari tema yang mau dibahas ya. Mungkin ini kelihatan wajar-wajar saja, mengingat saya juga terlibat secara langsung dalam setiap gerakan mahasiswa mahakassar. Alih-alih demonstrasi menolak penguasaan sumber daya alam oleh segelintir perusahaan asing, akan tetapi kami dibubarkan secara paksa dengan pentungan, laras panjang, gas air mata dan watter cannon. Sungguh miris melihat alat negara seperti polisi dan militer untuk di adu berhadap-hadapan dengan mahasiswa. Maaf bung kami tidak punya senjata untuk melawan sehingga kelihatan seimbang, hanya kalian yang di ijinkan secara sah oleh negara memegang senjata. Jadi tolong jangan tembak kami dengan butir-butir peluruh yang kalian beli dari uang kami para petani, buruh, nelayan, orang miskin dll.

Satu hal yang saya pelajari menjadi penulis dan itu menjadi iman saya, pada saat saya menumpahkan ide kedalam sebuah tulisan. Seorang penulis harus menjiwai apa yang sedang ia tulis, sehingga tulisan tersebut dapat masuk nominasi tulisan yang menarik. Penjiwaan atas sesuatu yang kita tulis sangat diperlukan, penulis seakan diajak terlibat secara langsung kedalam suatu peristiwa. Sehingga kita menghasilkan naskah yang layak dibaca oleh kalangan umum. Lalu bagaimana kita bisa menghadirkan penjiwaan, seperti yang dimaksud di atas. Masing-masing penulis mempunyai cara-cara tersendiri, adanya yang melakukan investigasi secara mendalam objek yang akan ditulis. Sehingga menghasilkan sebuah rekam jejak peristiwa yang seolah menyatu dengan penulis, sebab ia terlibat secara langsung. Ada juga yang melalui perenungan filsafati, membaca buku dan referensi. Dari sekian yang saya sebutkan di atas memang sangatlah sedikit sebagai contoh, untuk dapat dijadikan sebagai panduan. Tapi paling tidak bisa mengantarkan pembaca untuk memahami maknanya dan mengembangkan sendiri contohnya dengan bereksperimen.

Tapi kalau saya sendiri untuk mendapatkan penjiwaan terhadap apa yang ingin saya tulis, bukanlah seperti yang disebutkan diatas. Karena setiap pribadi memiliki perbedaan cara dan rumusan sendiri. Misalnya saya menulis tentang kondisi negara dibawah sistem kapitalisme yang jahat, atau para mahasiswa yang berdemonstrasi dinilai negatif oleh orang karena menimbulkan konflik dll. Maka langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan keberpihakan kepada siapa kita menulis. Apakah kepada perusahaan asing representasi dari kapitalisme atau kepada orang-orang miskin yang tertindas. Misalnya saya memilih bersama orang tertindas. Setelah itu saya akan mengumpulkan semua kemarahan, rasa jengkel, benci dan muak terhadap kapitalisme. Maka dengan itu tulisan anda akan terbentuk sendiri karakternya, apalagi bila terus-menerus dilatih.

Percayalah dalam menulis tidak ada teori menulis, semakin banyak dan sering anda membaca buku tentang penulisan, maka anda semakin sulit untuk menulis. Didalam buku-buku cetak maupun elektronik, anda pasti diperkenalkan dengan teori, rumusan, teknik, tips, cara cepat menulis dan sebagainya. Justru dengan cara demikian anda akan merasa berat karena tahapan-tahapan penulisan sangat banyak sekali. Yang perlu anda lakukan adalah segera menulis sekarang juga, ambil kertas di atas meja dan balpoint menulislah. Bila anda takut dalam tulisan tersebut tidak sesuai dengan hasilnya, anda tidak perlu khawatir. Karena para penulis profesional sekarang ini, itu pernah merasakan saat-saat dimana mereka tidak tahu apa yang harus ditulis. Sudah sering tulisan mereka ditolak media massa untuk terbit, sekali ditolak lantas mereka tidak langsung putus asa untuk mencoba lagi. Akhirnya setelah puluhan kali ditolak tulisan mereka diterima juga.

Ada suatu istilah datangnya dari negeri arab, mungkin ini bisa menjadi cambukan untuk mulai menulis yaitu “man jadah wa jadah” siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan dapat. Artinya kesungguhan dan keseriusan menjalani setiap apa saja yang kita lakukan hasilnya akan setimpal dengan usaha (Ikhtiar) yang kita lakukan. Coba misalnya anda tidak serius menulis, maka hasilnya tidak akan bagus untuk dibaca oleh orang lain. Disini yang menjadi point yang saya sampaikan adalah “anda harus serius”.

Kamis, Samata gowa. 07/01/16

[1] Direktur sekolah menulis kreatif

Tolak Pertambangan Emas Di Bima


hqdefault

Oleh: Bung Rulan

Dominasi negara kapitalis (Amerika serikat rongsokan) dalam eksploitasi sumber daya alam di berbagai belahan negara yang memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar bagi kebutuhannya dalam industry rekayasa dunia yang rakus akan minyak dan hasil tambang lainnya exxon mobil, cefron, newmont dll, memiliki andil yang cukup besar dalam hal ini. Ini terbukti dengan di kuasainya beberapa negara Arab yang mempunyai pasokan minyak terbesar di dunia, Amerika dengan dalil tugas untuk memberantas teroris dengan leluasa membuat undang-undang dan membentuk kroni-kroninya yang tidak jelas untuk melegimitasi ekspansinya di negara piramid tersebut, penjahat dunia atau musuh bersama (teroris) yang di gembar gemborkan oleh negara adikuasa tersebut hanya di jadikan sebagai platfron untuk bisa merebut ladang minyak. Usaha negara kapitalis untuk menggerogoti seluruh kekayaan alam yang ada dunia sangat besar sekali mengingat kebutuhan akan minyaknya mencapai 25% perhari dari minyak dunia angka ini sangat jauh sekali dengan penggunaan minyak di indonesia yang hanya membutuhkan 8% dari minyak dunia. ( marwan batubara,dkk,tragedi dan ironi, blok cepu)
Sanagat jelas sekali kenapa negara kapitalis Amerika tersebut merebut dan mencari lahan minyak dan tambang ? pertanyaan ini tidak perlu penulis jawab karena saya percaya bahwa rekan-rekan mahasiswa (kaum intelektual muda) bisa menjawabnya dengan kritis mengenai persoalan ini. Akhir-akhir ini kasus demi kasus terjadi mulai dari tindakan KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) mosi ketidak percayaan terhadap persiden oleh masyarakat dan berbagai macam elemen organisasi massa karena berbagai macam kebijakannya yang hanya beroreantasi pada pejabat, konflik agama maupun etnis terus saja bergulir serta pemberian wewenang kepada pihak investor asing untuk menanamkan modalnya di indonesia seluas–luasnya untuk mengesploitasi sumber daya alam dengan di keluarkanyan undang-undang nomor 1 tahun 1967. Tentang penanaman modal asing di indonesia. Di sini pemerintah dengan sikap legowo (jiwa_red) terhadap asing untuk mengeksploitasi seluas-luasnya dengan berbagai macam dalil dan alasan supaya cepat di gol kan proyek tersebut. Maklum kantong-kantong para pejabat mulai menipis dan akhirnya segala usaha di lakukan untuk antisipasi di kemudian harinya nanti agar tidak menjadi orang yang melarat, aneh bin ajaib memang di saat-saat negara mengalami krisis yang berkepanjangan di saat itu pula para penguasa memanfaatkan kekuasaannya untuk kepentingan pribadi, kasihan nasib wong cilik pak.
Para kapitalis terus dan terus saja mencari kekayaan alam yang di miliki bangsa indonesia yang berpotensi cukup besar untuk keperluan negara industri terbesar di dunia ini. Bima merupakan salah satu daerah yang memiliki kekayaan alam hutan yang lebat dan pepohonan yang rindang banyaknya dan keanekaragaman sumber daya alam lainnya. Tidak kalah jauh dengan daerah sumbawa yang memiliki kandungan emas di dalamnya, bima merupakan daerah agraris penghasil gandum terbesar di daerah NTB, masyarakat yang berada di bima sebagian besar mencari nafkah dengan hasil panennya yang tiap 3x setahun yang berlimpah ruah, dan bukan menjadi rahasia lagi bahwa masyarakat bima menyekolahkan anak-anaknya di berbagai daerah dan ibu kota besar jakarta karena mereka yakin dengan hasil panen padi saja bisa di akomodir semua kebutuhannya.
Pemerintah selaku instrument negara tentunya sebagai pembuat dan pelaksana kebijakan berhak menata dan memajukan negara untuk bersaing dengan beberapa negara teetengga yang sudah jauh majunya dari indonesia seperti malasyia, Brunei Darusalam dan negara lainnya yang mengupayakan sumber daya alam dan sumber daya manusia bisa di operasikan dengan semaksimal mungkin untuk kemajuan dan kesejahteraan negara. Dan seluruh masyarakat sudah menjadi kewajiban untuk ikut serta berpartisipasi dalam mensukseskan program pemerintah negara maupun daerah agar terjadi keseimbangan antara yang memerintah dan yang di perintah supaya terwujud negara yang damai dan sejahtera seperti yang di cita-citakan oleh para founding father kita dahulu.
Kebijakan pemerintah untuk masuknya investor asing di bima agar mengeksploitasi dan menjarah seluruh kekayaan alam yang ada di bima merupakan kebijakan dan peraturan yang salah kaprah dan harus di tanjau ulang mengingat daerah bima daerah agraris yang hanya cocok dengan lahan pertanian, kelautan dan peternakan. Kalau kita beralih ke pertambangan emas maka hasil pertanian, kelautan dan peternakan akan mengalami penurunan penghasilan yang sangat drastis karena hancurnya lahan akibat limbah sisa pertambangan, rusaknya ekosisstem alam, banjir, erosi dan longsor, menjadi momok yang sangat menakutkan yang siap menerka masyarakat kapan saja dan dimana saja. Dampak kerusakan pertambangan sangat besar sekali coba kita lirik salah satu kota di jawa yang mengeluarkan semburan lahar lumpur akibat perusahaan pertambangan lapindo yang menggenangi tempat tinggal warga yang sampai sekarang ini belum ada ujungnya sehingga warga yang di rugikan dan pindah ke tempat yang nyaman di jadikan sebagai hunian. Masuknya pertambangan di bima merupakan suatu perampasan hak secara besar-besaran yang di lakukan oleh perusaahaan asing, alam seharusnya di kelolah di kemudian hari nanti setelah semuanya sudah benar-benar siap untuk di eksploitasi demi kepentingan bangsa dan negara.
Penulis yang terlibat dalam berbagai kajian dan aksi penolakan masuknya pertambangan di bima khusunya di parado, langudu, sape yang sampai hari ini masih bergulir dengan di bawah tekanan represif dari oknum kepolisian daerah kabupaten bima yang beberapa terakhir ini pihak kepolisian melakukan penembakan secara brutal kearah warga sehingga belasan masyarakat luka-luka akibat kesambat peluru panas dari oknum kepolisian, pengejaran terhadap masyarakat dan mahasiswa yang kritis dalam menolak masuknya pertambangan terus terjadi sehingga beberapa di antaranya di tahan dan bersembunyi di lereng-lereng gunung dan sawah menghindari pengejaran dan penangkapan yang di lakukan okleh oknum kepolisian. Gelombang aksi parlemen jalanan sampai aksi pembakaran lokasi dan alat-alat berat yang di lakukan oleh masyarakat merupakan akumulasi kekecewaan warga terhadap aktifitas pertambangan yang akan merusak seluruh alam, lahan pertanian yang akan ditimpah limbah organik yang beracun dan warga terancam diserang penyakit aneh dan gas beracun dari asap pabrik yang menggelembung. Penulis rasa sudah sewajarnya warga melakukan pembakaran lokasi pertambangan, kantor kapolres dan pemblokiran kantor camat.
Info terakhir bahwa ada 12 korban penembakan brutal oleh oknum kepolisian dan diantarannya warga parado rato bernama ahmad terkena tembakan timah panas tepat dibagian kakinya dan di larikan rumah sakit umum bima untuk pengobatan lebih lanjut, peluruh yang tertancam dalam dan merusak bagian urat sarafya sehingga rumah sakit bima kewalahan untuk mmemberikan pertolongan dan kemudian korban di obatin lebih lanjut di rumah sakit umum mataram dan sampai akhirnya kaki yang terkena tembakan timah panas oleh oknum kepolisian dan tidak bisa tertolong hinggan akhirnya kaki yang terkena peluru tajam di amputasi.
Perbuatan ini tidak bisa di biarkan begitu saja karna kejadian tersebut sudah melanggar hak asasi manusia, sebagai manusia yang memiliki kebebasan untuk berekpresi dan mengeluarkan pendapat yang di legitimasi olehundang-undang sudah sepantasnya memperjuangkan haknya.
Maka dari itu kkita sebagai masyarakat intelektual dan kemudian melakukan perbaikan sosial apabilah mahasiswa diberikan tugas dan tanggung jaawab sebagai agent of change, sosial of chontrol dan moral of force tidak tergugah hatinya untuk ikut serta bergabung dalam aliansi mahasiswa bima makassar menolak masuknya pertambangan di bimakan dipertanyakan eksistensinya sebagai, menurut cerita-erita dibuku dan doktrin dari senior bahwa ternyata pada jaman orde lama dan orde baru tumbang tidak lain dan tidak bukan merupakan mahasiswa sebagai penggerak dan pelopor peristiwa akbar yang tidak pernah hilang dalam ingatan bangsa indonesia sebagai peristiwa yang bersejarah. Inilah catatan penting yang harus di ingat dan harus dilestarikan oleh generasi sekarang sejarah harus terus di ulang agara tidak lupa oleh generasi selanjutnya, siapa lagi kalau buikan kita kalaupun hari ini kita tidak bisa mengukir sejarah dengan tintah emas kama mari kita coba mengukir sejarah dengan tinta darah sekalipun kalau itu mengaharuskan kita untuk mengahirinya sebagai sejarah yang akan di ingat dan dilanjutkan oleh generasi selanjutnya.
Lebih baik mati daripada tunduk pada kemunafikan (soe hok gie).
Hidup mahasiswa …….
Hidup rakyat………….
Hidup kaum proletar………

Ini tulisanku yang pertama kali di awal masuk kampus.

Arti Penting Kebebasan Bagi Umat Manusia


imagesghf Oleh; Ruslan

 Beberapa hari yang lalu di suatu sela-sela diskusi tentang isu harga bahan bakar minyak, di kabarkan akan segera di naikan oleh pemerintah di bulan mei ini oleh karena pemanfaatan dana subsidi BBM tidak memenuhi sasaran yang tepat. melainkan di manfaatkan oleh sebagian besar perusahaan swasta, sehingga negara ikut dirugikan miliyaran rupiah dengan adanya subsidi BBM yang tidak memenuhi sasaran tersebut. Belum lagi ditambah dengan masalah penundaan ujian nasional di beberapa wilayah karena terkendala pendistribusian lembar ujian nasional terkendala dan perusahaan pemenang tender tidak secara serius menghasilkan kualitas kertas dan jumlah kertasnyapun ikut bermasalah. sehingga sebagian dari sekolah-sekolah tidak mendapatkan lembar ujian secara merata, hingga akhirnya para guru sepakat untuk menggandakan (copy) soal tersebut dll.

Terlintas dalam benakku arti penting kebebasan manusia laluaku mengajukan pertanyaan tentang apa itu Kebebasan kepada teman-teman? Dan jawaban dari mereka begitu beragam untuk menjelaskan tentang kebebasan tersebut. Adapun keragaman dari jawaban tersebut tak terlepas dari pengetahuan dan referensi yang mereka gunakan, karena berbeda kepala berbeda pula pendapatnya ada yang menggunakan referensi buku, pemikiran tokoh bahkan berdasarkan pada pengelaman sendiri dengan membahasakan dengan gaya dan karakter individu tersebut. Ada yang mendefinisikan kebebasan sebagai ke tak terpenjaraan diri dari belenggu orang lain, yang selalu memonitor kita. Bebas merupakan keadaan dimana orang lain tidak bisa mengintervensi diri, melalui penjajahan secara fisik maupun penjajahan secara ideologi. Ada juga yang mengatakan kebebasan adalah bebas sebebas-bebasnya, bebas mau melakukan apa saja yang di kehendaki tanpa ada yang melarang. Sementara penulis sendiri mendefinisikan kebebasan yaitu kondisi dimana manusia bisa berekspresi sebebas-bebasnya melalui sarana dan tunduk terhadap hukum yang berlaku.

Artinya kebebasan itu merupakan hal yang paling fundamental yang dimiliki oleh manusia, karena jika saja seandainya kebebasan kita di ambil oleh orang lain. maka hidupnya sama seperti burung merpati yang di sangkar depan rumah sebagai hiasan belaka. Walau kelihatan indah oleh pemilik rumah, akan tetapi burung merpati tak bisa terbang kesana kemari seperti segerombolan burung yang lainnya berkicau kesana kemari dan hinggap di pepohonan untuk mencari buah, biji-bijian dan bahkan ulat-ulat yang bertengker di pohon. Karena tak memiliki kebebasan. Sama halnya seperti manusia yang di eksekusi hukuman penjara selama waktu tertentu dan mendekap bertahun-tahun di penjara. Menunggu nasib kapan hari kebebasan itu datang menjadi malaikat baginya. untuk keluar dari ruangan sempit yang dibatasi oleh tembok-tembok berdiameter kira-kira 5 kali 6 meter bahkan dalam satu ruangan bisa ditempati 7 samapi 8 orang. Suatu ruangan yang sangat sempit untuk manusia berinteraksi dengan lingkungan. Segala aktifitasnya semua dibatasi. mulai waktu tidur, makan, bangun tidur, bekerja, ibadah, olahraga, istrahat dll semua diatur secara ketat melalui mekanisme LAPAS yang berlaku.

Ternyata kebebasan itu sangatlah penting bagi umat manusia bahkan hewan maupun binatang sekalipun. karena perlu kita ketahui bahwa kebebasan merupakan hak kita yang di bawah sejak lahir supaya di pergunakan semasa hidup di dunia ini. Coba kita bayangkan jika seandainya kita di kerangkeng atau di masukan kedalam penjara, mungkin bisa dipastikan kita akan merasakan hal yang sama seperti narapidana yang mejalani masa hukumannya. Dimana ruang-ruang kebebasan benar-benar di rampas, dan tak ada lagi aktifitas yang bisa kita lakukan seperti kebiasaan individu tersebut, misalnya jalan-jalan kesuatu tempat yang sangat sejuk dan tentram sekedar menghilangkan penat yang ada selama masa kerja yang sibuk dengan hal-hal yang berbau kantor, tidak ada lagi kunjungan kerumah kerabat lama, tidak lagi menikmati indahnya malam minggu bagi muda-mudi yang masih tahap pencarian dan proses memilih dam memilah dan aktifitas lainnya semua serba di batasi oleh tembok berculang tinggi menukik langit-langit yang seakan melihat, menertawai lalu mengencingimu tanpa ampun. Betapa sialnya kala mendekap masuk dalam tahanan seperti babi dalam kandang tak bisa lari kesan-kemari.

Apakah teman-teman masih ingat sejarah tahanan politik (tapol) rezim soeharto di pulau buruh, mereka ditahan tanpa diadili puluhan tahun akibat dituduh sebagai anggota PKI, melakukan aktifitas politik di luar golongan karya, bahkan orang-orang di carikan alibinya untuk di tahan dan di siksa di pulau buruh. Salah seorang yang menceritakan kisahnya ketika diasingkan ke pulau buruh yaitu seorang penulis novel tetralogi pulau buruh Pramodiya annanta toer. Ia menceritakan kisahnya kala di tahan beserta kawan-kawannya yang lain, disana ia mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi sama sekali.

Bagaimana dengan kita sekarang, apakah kita masih memiliki kebebasan? Apakah kita sudah menggunakan kebebasan? Kapan dan dimana kebebasan itu ada dalam diri kita? Seperti apakah bentuk kebebasan itu? Dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya yang akan muncul dalam benak kita terkait kebebasan.

Penulis sendiri menyadari kebebasan itu harus kita gunakan dan dimanfaatkan sebagai mana mestinya. Yang perlu sekali kita ajukan pertanyaan dalam diri kita masing-masing sebagai bahan evaluasi diri (hadap diri). apakah di fakultas, kita merasakan kebebasan tersebut sebagai wujud penghargaan terhadap eksistensi manusia yang harus di hormati secara bersama-sama. Berangkat dari perangkat aturan yang mencoba untuk mengukung (kerangkeng) ruang kebebasan kita sebagai mahasiswa yang bisa berpikir secara bebas, dengan adanya beberapa point penting aturan yang di keluarkan oleh birokrasi fakultas melarang untuk ini dan itu (saya kira teman-teman paham maksud saya) itu suatu wujud memenjarakan kita sebagai mahasiswa yang ingin berekspresi. akan tetapi kita seolah tidak menyadari bahwa itu merupakan penjajahan secara nyata (penjajahan non-fisik) akan tetapi kita hanya diam, diam dan terdiam membisu seribu bahasa tanpa berani untuk berkata-kata walau hanya sekedar mengatakan stop. Kami tidak mengingingkan lagi adanya pembodohan atas kami, karna kami bukan orang bodoh dan badut-badut kampus yang hanya bisa mengatakan ya, ya dan ya pada kalian.

Sudah terlalu lama kita diam membisu tanpa protes, protes terhadap kesewenangan dan keangkuhanmu selama ini. Cukup, kami akan datang sebagai anak yang keluar dari penjara itu, penjara pikiran yang selama ini menipu bahkan menginjak-injak harga diri kami. Kami bukanlah ahli protes tapi kami terpaksa untuk protes karena keadaan yang memaksa untuk bertindak secara cerdas.Selama ini kami tidak menyadari, bahwa telah terjadi pembodohan secara besar-besaran. Setelah melakukan evaluasi secara besar-besaran atas diri masing-masing ternyata saya menemukan bahwa kebebasan kami di ambil dan di rampas begitu saja tanpa sedikitpun ruang tersebut di sisakan.

Masihkan kita berpikir bahwa kita memiliki kebebasan, kebebasan secara kodrati di berikan oleh tuhan yang maha esa seluruh ummat manusiauntuk di manfaatkan sehingga mendapatkan hak kita sebagai mahasiswa. Jika seandainya kita menyadari bahwa kebebasan itu telah di ambil, mengapa kemudian kita tidak mengambilnya kembali, bukankah kebebasan itu milik kita yang di ambil. Kalau mau jadi manusia jangan biarkan milik kita yang sangat berharga dicuri, maka wajib hukumnya untuk kita pertahankan walau dengan cara apapun.

Samata 18-april-2013